Kabar Terkini

Art Summit Indonesia 8: Menjelajahi Dunia Musik Kontemporer Bersama Chong Kee Yong


~ oleh Nathan Paul Iskandar

Kembali Art Summit Indonesia menyelenggarakan ajang lokakarya dan presentasi lokakarya Art Summit Indonesia 8 dengan tema “Berbagi Gairah Bermusik” yang diadakan pada 19-22 Oktober 2016 lalu di Tembi Rumah Budaya, Yogyakarta. Lokakarya Musik Kontemporer yang berjalan selama empat hari tersebut dibawakan oleh pembicara utama, Chong Kee Yong, seorang komponis kontemporer ternama dari Malaysia. Adapun juga ko-fasilitator Stephanie Griffin, seorang pemain biola alto berbasis di New York, Amerika Serikat, juga ikut serta dalam memfasilitasi acara serta berbagi ilmu dalam hal ide-ide permainan musik kontemporer.

Lokakarya yang dihadiri oleh kurang lebih 15 peserta aktif serta beberapa peserta pengamat ini diawali oleh sesi perkenalan diri (di hari pertama) di mana sebagian besar peserta adalah pekerja-pekerja seni yang sudah aktif mendalami dunia musik kontemporer. Sesi tersebut dapat dibilang menarik oleh karena latar belakang bermusik yang beragam pada tiap peserta. Hari pertama ditutup dengan para peserta dibagi menjadi 3 kelompok, di mana masing-masing kelompok memiliki ciri khas yang senada antara tiap anggotanya. Setiap kelompok diminta untuk membuat sebuah karya kolektif yang akan dipentaskan pada konser penutup kegiatan lokakarya ini.

Hari kedua sampai dengan yang keempat berupa diskusi intensif tiap kelompok antara anggota kelompok maupun dengan pembina utama (Chong Kee Yong, Stephanie Griffin, dan Michael Asmara) demi mengkomposisi dan mempersiapkan karya untuk pementasan. Alhasil, pada konser penutup yang sekaligus merupakan puncak acara dari ajang lokakarya komposisi bersama Chong Kee Yong ini, menghasilkan 3 karya kolektif yang mengedepankan gaya musik kontemporer yang berbeda-beda. Kelompok pertama membawakan karya komposisi kolektif mereka dalam bentuk narasi. Adapun juga kelompok kedua membawakan karya kontemporer yang lebih mengedepankan aspek ambience serta efek-efek suara vokal maupun benda temuan (found object). Kelompok terakhir adalah grup yang cukup unik, di mana tiap anggota kelompok adalah seorang komponis. Mereka membawakan sebuah karya kolektif yang mengedepankan aspek ‘kemungkinan’ (chance) dalam bermusik. Instrumen yang digunakan cukup beragam, yakni beberapa set kecil gamelan Jawa serta benda temuan (found object).

art-summit1 art-summit2

 

 

 

 

Stephanie Griffin menjelaskan teknik kontemporer permainan viola dalam karya viola solo Chong Kee Yong “Temple Bells Still Ringing In My Heart”. (20/10/2016)

Musik kontemporer yang dipadu dan dibalut dengan kentalnya khas kultur Jawa menghasilkan sebuah pewahyuan baru, yakni sebuah perwujudan musik kontemporer yang terasa sangat mengedepankan ‘rasa’ berdasarkan nadi (pulse). Hal inilah yang membedakan musik Timur dengan musik Barat. Di mana musik Barat menganut penataan rapi dalam sistem penulisan notasi yang dimilikinya, musik Timur lebih menganut ‘rasa’ dalam penataan struktur musiknya.

Kegiatan lokakarya ini disenggelarakan bukan tanpa sebab. Kee Yong mengatakan, “Tujuan dari kegiatan lokakarya ini adalah untuk tujuan usaha mengembalikan peran komponis dan pementas menjadi satu peran yang terintegrasi, bukan sendiri-sendiri.”

Mengikuti ajang lokakarya komposisi kontemporer bersama Chong Kee Yong selama beberapa hari merupakan pengalaman yang sangat istimewa dan patut disyukuri, terlebih bagi orang-orang Indonesia yang selama ini sudah terkekang dengan tradisi konvensional musik Barat. Dengan mulai membuka diri terhadap kekayaan pemikiran musikal yang dimiliki pemusik-pemusik kontemporer serta lebih menghormati tradisi musik Tanah Air, maka transformasi ideologi musikal dalam setiap pemusik Indonesia dapat terjadi secara utuh, berproses menjadi lebih dewasa setiap harinya.

~ Nathan Paul Iskandar adalah seorang musisi muda dan pendidik yang bertekun menjaga keseimbangan antara hidup, musik dan makanan. Kini aktif sebagai asisten dosen musik di Universitas Pelita Harapan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: