Kabar Terkini

Visi, Proses dan Komunikasi, Cikal Bakal Runtuhnya Organisasi Seni


Organisasi seni di Indonesia memang beratmosfer start-up, sesaat ada dan kemudian perlahan menghilang. Menurut data dari forbes.com, 9 dari 10 start-up gagal di tengah jalan. Dalam perjalanan perkembangan bisnis termasuk organisasi seni, analisis post-mortem menjadi sangat penting agar tidak terjatuh di lubang yang sama.

Menurut catatan Forbes, ada dua faktor yang menentukan kesuksesan sebuah start-up, yang pertama adalah produk yang sempurna untuk pasar. Dalam penggarapan organisasi seni produk digarap lewat sebuah visi berkesenian yang jelas. Visi berkesenian tersebut menjadi sangat sentral dalam mewujudkan identitas sebuah organisasi sekaligus menentukan pengembangan produk ke depan. Seringkali yang terjadi dalam kegagalan bisnis umum adalah bisnis didasari pada produk yang tidak diinginkan siapapun sehingga hanya berpatok pada inovasi gagal. Produk seni bisa jadi bukanlah produk yang populer, menjadikan analisis terhadap produk menjadi sulit. Namun demikian, kesesuaian antara kebutuhan konsumen dan pasar dengan produk yang ditawarkan juga memegang peran yang cukup penting. Karenanya visi dalam organisasi seni begitu vital haruslah menjadi pengarah pengembangan produk dan bukan sebaliknya.

CEO Future Group Kishore Biyani dalam business-standard.com:

“I think 90 per cent of the have no meaning at all; they are nonsense. I think the canvas of start-up needs to be bigger.”

Kekurangan ini juga terjadi akibat kurang kuatnya visi yang digarap oleh banyak business start-up. Ia pun mencatat bahwa banyak target bisnis start-up adalah akuisis dari bisnis lain sehingga seringkali visi yang terbangun bukanlah visi bisnis jangka panjang, namun lebih ke jangka pendek dan menengah sehingga tidak mampu menciptakan bisnis yang berkelanjutan.

Faktor kedua yang disebut adalah kecenderungan start-up untuk menganggap remeh proses bisnis yang baik dan pentingnya komunikasi. Penetapan proses bisnis yang baik dan ideal seringkali terlewatkan dalam membentuk bisnis sehingga akhirnya organisasi tidak scalable dan tidak dapat dikembangkan menjadi lebih besar. Di sisi lain penting juga untuk mengantisipasi perubahan dan juga fleksibilitas dalam organisasi. Meski proses menjadi penting, fleksibilitas menjadi salah satu juru kunci dalam organisasi yang lincah bergerak, karenanya komunikasi menjadi salah satu faktor yang tidak dapat dilupakan dan terus dibina. Bahkan dalam bisnis yang terus berkembang, komunikasi ini menjadi penting untuk memastikan kolaborasi di dalam organisasi.

Organisasi seni manapun apabila tanpa visi yang jelas akan berjalan tanpa arah. Namun apabila organisasi tidak mampu mengkomunikasikan visi, organisasi akan mengalami kegagalan sinkronisasi berbagai elemen organisasi sekalipun memiliki visi dan produk yang sedemikian baiknya. Komunikasi pun harus sedikit banyak dapat diformalisasi dalam proses bisnis standar yang berlaku dalam organisasi.

Lagi-lagi tanpa kemauan untuk membentuk visi, membangun proses yang sehat disertai komunikasi yang lancar, organisasi seni akan perlahan jatuh terperosok dalam kegamangan. Tidak sering kualitas produk pun akhirnya tercemar dan tidak dapat dipertahankan. Apabila anggota dan pekerja di organisasi mempertanyakan arah tujuan kelompok, sudah saatnya mengintensifkan kembali komunikasi yang terputus sekaligus membangun visi dan proses yang mengelilinginya.

Sepertinya sederhana? Tidak juga, ini adalah upaya terus-menerus yang perlu dilakukan. Apabila organisasi mengalami kemunduran, tidak jarang hal tersebut bukan terjadi karena permasalahan sumber daya kasat mata semata, namun juga sumber daya tak kasat mata yang begitu vital. Tanpanya, neraka tidak dapat dihindarkan.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: