Kabar Terkini

Perjuangan, Semangat, Kemenangan

Konser Apirakjat OSUI Mahawaditra dipimpin Marisa Sharon Hartanto. Foto: Dokumentasi OSUI Mahawaditra

~oleh Vincent Wiguna

Berjuang merupakan ciri makhluk yang hidup. Setiap perjuangan dapat menginsipirasi, menyetak sejarah, dan mengingatkan generasi pendatang. APIRAKJAT, pergelaran yang dipersembahkan Orkes Simfoni Universitas Indonesia (OSUI) Mahawaditra yang membawakan karya-karya bernuansa perjuangan dan budaya Indonesia. Dengan kekuatan penuh, orkestra simfoni mahasiswa tertua yang masih konsisten di negeri ini tampil dengan penuh keyakinan di bawah arahan tiga pengaba. Sebagai sebuah unit kegiatan mahasiswa yang berasal dari jurusan non-musik, jelas perjuangan yang mereka kerjakan patut diacungi jempol.

Dibuka dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, konser di Pusat Gedung Perfilman Usmar Ismail ini menyuguhkan Coriolan Overture karya Beethoven, sebuah karya patriotik yang menuntut intensitas yang tinggi. Beranggotakan hampir tujuh puluh pemain, Marisa Sharon Hartanto memacu orkestra dengan abaan yang tegas dan solid. Dengan pemilihan tempo yang relatif cepat, sesi gesek dengan cukup piawai melibas nada-nada yang mengalir. Intonasi yang lebih jernih pastinya akan lebih membantu menghasilkan intensi didukung dengan eksekusi penekanan khas Beethoven. Dilanjutkan dengan abaan Michael Budiman Mulyadi pada satu bagian dari Two Nordic Melodies karya Grieg di sesi gesek. Michael dengan amat jelas menyulam kalimat-kalimat musik, menghasilkan artikulasi yang penuh makna dengan energi yang padat. Gesekan biola alto yang melankolis menuntun tema dari seksi lain. Gerakan pengaba yang amat ekspresif tidak dengan sia-sia dihamburkan begitu saja, efektifnya gerakan tubuh mampu direspons dengan cukup baik oleh para pemain gesek.

Lalu karya dari Irwan Bakhti, Pidari, yang bercerita mengenai perang antara Belanda dengan rakyat Sumaetera Barat. Sebuah karya musik program menciptakan berbagai suasana perang, serta didukung dengan seksi perkusi yang tanggap. Bagian pertama konser pun ditutup dengan Varia Ibukota di bawah baton Widayanto, pelatih seksi tiup kayu Mahawaditra. Karya medley lagu daerah dari Jakarta ini ditampilkan dengan intonasi dan dinamika yang cukup terjaga. Pengkalimatan musik dan kekompakan dapat ditingkatkan lagi mengingat transisi berbagai lagu yang cukup singkat.

Sharon yang membina orkes ini setahun terakhir memimpin jalannya konser di bagian kedua. Engklek karya Fero Aldiansya membawa kesenangan bagi penonton maupun pemain dengan kesan simpel yang dihasilkannya. Karya yang pernah ditampilkan di Sydney Opera House ini menggabungkan orkes simfoni dengan angklung. Selanjutnya tampil Jacqueline Sara Johanna Tambun sebagai solis biola yang cemerlang. Concert Mistress orkes ini membawakan Medley Etnik Nusantara dengan komunikasi yang nyaman dengan orkes. Gabungan 14 lagu daerah ini mendayu dan mengundang penonton untuk bergumam menyanyi di kursi masing-masing. Dengan tone yang hangat Jacqueline menjaga ekspresi musiknya sehingga tidak berlebihan.

Malam ini pun ditutup dengan Finlandia karya Sibelius. Karya yang dramatik ini berhasil dieksekusi dengan menawan. Dibuka dengan seksi tiup logam yang kokoh, Sharon memberikan abaan yang jelas di sepanjang lagu. Hanya saja tempo yang kurang terkontrol membuat setiap pemain hampir mencapai batas kemampuannya untuk bermain dengan artikulasi yang stabil. Bagian tengah yang agung dan liris diharapkan lebih mengalun dan memberikan ruang lebih agar tidak terkesan tergesa-gesa. Namun karya ini tetap ditutup dengan megah dan meriah, menutup seluruh pergelaran malam ini dan menikmati buah perjuangan selama ini.

~Vincent Wiguna adalah pengajar piano dan teori musik di Yayasan Musicorum dan aktif sebagai pianis kolaboratif dan chorusmaster di Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: