Kabar Terkini

Natal dan Kompetisi Paduan Suara Pusat Belanja


Natal selalu menjadi momen tepat untuk pusat perbelanjaan ibukota mengadakan kompetisi paduan suara. Bilamana tidak, sekurangnya 10 mall di ibukota kini meramaikan musim belanja di penghujung tahun dengan saling adu antar paduan suara dan memperebutkan hadiah juara dan tidak sedikit juga uang. Kompetisi paduan suara pusat perbelanjaan ini menjadi fenomena yang sangat menarik untuk disimak.

Limabelas tahun yang lalu, hanya satu kompetisi paduan suara natal yang terselenggara secara rutin. Mall Ciputra atau dahulu dikenal dengan Citraland adalah salah satu pelopor kompetisi paduan suara natal di Jakarta. Dengan hadiah yang terbilang menggiurkan untuk kelompok paduan suara amatir, kompetisi paduan suara ini menjadi ajang favorit bagi banyak paduan suara baik dari kalangan pelajar, gereja, instansi maupun swasta independen untuk beradu bakat dan penampilan yang dahulu sempat memakan waktu 2 akhir pekan di bulan Desember karena peminat yang membludak.

Dengan kriteria yang selain mengutamakan kemampuan olah vokal, kompetisi ini pun juga mengetengahkan kemampuan paduan suara untuk mengemas penampilan yang menghibur dan dikemas dengan nuansa natal. Kompetisi ini pun kemudian menjadi salah satu opsi kompetisi paduan suara yang menjadi anak tangga bagi tidak sedikit paduan suara yang menjajal kompetisi sekaligus menimba pengalaman. Lambat laun, kualitas peserta pun meningkat yang sekaligus menyebabkan kompetisi yang lebih sengit dan menelurkan paduan suara yang cukup berkualitas. Tidak sedikit juga penggerak paduan suara yang membentuk kelompok khusus (ad hoc) hanya untuk bertanding dan merebut gelar juara dalam kompetisi ini. Hadiah uang puluhan juta untuk pemenang I memang sangat menggiurkan bahkan hingga sekarang.

Kini tidak hanya Mall Ciputra yang aktif menyelenggarakan lomba paduan suara. Natal menjadi momen yang tepat bagi banyak pusat perbelanjaan di Ibukota untuk menyelenggarakan kompetisi paduan suara. Tidak sedikit dalam beberapa tahun terakhir: Baywalk, Emporium, Neo Soho dan Central Park, @alamsutra, Kuningan City, Cibubur Junction, Plaza Semanggi, ikut urun meramaikan ajang kompetisi paduan suara jelang natal ini. Tidak jarang pengelola pusat perbelanjaan berani merogoh kocek untuk menyelenggarakan ajang yang terbilang murah, namun mampu menjaring banyak pengunjung ini.

Natal menjadi momen yang tepat. Paduan suara amatir di Indonesia adalah kelompok yang memiliki basis komunitas yang kuat. Pusat perbelanjaan yang jeli melihat bahwa paduan suara mampu menggaet massa yang tidak sedikit. Dengan pendukung acara sekurangnya 15-20 orang, paduan suara yang berlomba juga tidak sedikit yang memboyong pendukungnya, baik keluarga, teman dan sanak saudara yang semakin menambah kesemarakan di pusat perbelanjaan. Dan untuk kompetisi macam ini, baik selama persiapan maupun di hari H, tentunya mendatangkan omzet tersendiri bagi sebuah mall yang menjadi ramai dikunjungi peserta dan penonton. Ya, di beberapa kompetisi bahkan lebih dari 20 kelompok paduan suara ikut serta, setidaknya ekuivalen dengan 500 hingga 700 orang pengunjung di hari tersebut. Belum lagi kemeriahan yang juga mengundang banyak pasang mata untuk ikut menyaksikan. Melalui hitung-hitungan bisnis, bisa jadi kompetisi paduan suara ini memang menguntungkan, namun dapat dikatakan jalan menuju breakeven point ini adalah jalan yang cukup panjang.

marathon-clNamun dengan semakin menjamurnya kompetisi macam ini, sekalipun paduan suara Indonesia semakin berkembang dan semakin banyak, alternatif pilihan bagi paduan suara pun juga semakin lebar. Kompetisi kini tidak lagi terkonsentrasi di satu atau dua tempat melainkan tersebar di beberapa pusat belanja. Bagi banyak kelompok paduan suara, banyaknya alternatif ini tentunya menguntungkan. Peluang untuk mencicip gelar juara pun menjadi lebih besar, pula juga dibutuhkan strategi untuk mampu mendulang banyak kemenangan dengan cerdik memilih kompetisi yang sesuai dan menguntungkan. Ada beberapa paduan suara yang kini mengikuti dua kompetisi di dua pusat perbelanjaan berbeda untuk menjelajah dan mencari pengalaman sekaligus kesempatan untuk menang.

Namun di sisi lain, jumlah kompetisi yang semakin banyak juga menjadi tantangan bagi pengelola pusat perbelanjaan. Nyatanya dalam beberapa tahun terakhir ini, meskipun jumlah paduan suara pun mulai berkembang pesat, namun tidak banyak yang langsung melirik kompetisi paduan suara di pusat perbelanjaan sebagai batu loncatan untuk berkarya. Alhasil jumlah peserta tidak tentu berbanding lurus dengan menjamurnya kompetisi.

Kompetisi paduan suara di pusat perbelanjaan pun kini menjadi sebuah hal yang ‘biasa’. Tiada lagi keistimewaan yang ditawarkan yang mengakibatkan pengelola pun juga berlomba untuk menarik peserta dengan iming-iming hadiah yang juga semakin kompetitif. Salah satu yang dapat dicermati adalah Kompetisi Paduan Suara Mall Ciputra pun kini menyusut dari segi hari penyelenggaraan yang kini hanya 1 hari yang menunjukkan bahwa kompetisi pun kini berkompetisi semakin buas untuk berebut pemirsa dan peserta. Kemasan kompetisi pun menjadi hal yang lazim ditemui. Di atrium yang luas disertai panggung dengan nuansa natal, kelompok paduan suara bernyanyi di depan  penonton yang ikut mengintip dari langkan kaca di beberapa lantai. Tiga kursi dan meja dewan juri pun menempati posisi sentral di tengah atrium, di antara hingar-bingar pengunjung mall dan keyboard yang berdenting di ujung panggung. Paduan suara pun menyanyi dan tidak sedikit yang menari untuk menghibur penonton dengan nyanyian natal ceria.

Tanpa inovasi yang jelas dan juga peningkatan jumlah peserta dan juga kualitas kompetisi, Jakarta perlahan akan jenuh dengan kompetisi paduan suara di pusat perbelanjaan yang tumpah ruah beberapa minggu menjelang Natal. Tanggal pun menjadi rebutan sehingga satu kompetisi seringkali menghalangi kompetisi yang lain, semua karena lomba tersebut diadakan dalam medio 3 akhir pekan menjelang Natal. Jarang sekali penulis menemui kompetisi paduan suara di pusat belanja di luar bulan Desember, padahal potensinya sama besar dengan acara yang diadakan di bulan Desember.

Apakah kompetisi adalah solusi jangka panjang bagi pusat perbelanjaan yang didorong motif ekonomi untuk mempromosikan konsumerisme secara terselubung? Ya, bisa saja. Namun dalam kondisinya saat ini, kompetisi-kompetisi ini perlahan akan saling sabung dan tanpa competitive edge yang jelas dari pihak penyelenggara, kompetisi macam ini hanya akan menjadi buah eksperimentasi yang tidak tentu arah. Prestise kemenangan di sebuah kompetisi paduan suara di pusat belanja akan tergerus dan hanya mereka yang punya komitmenlah yang akan terus melihat potensi dalam kegiatan ini. Yang lain akan gugur bergelimpangan di sepanjang jalan.

Iklan
About mikebm (1281 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

2 Comments on Natal dan Kompetisi Paduan Suara Pusat Belanja

  1. Just beautiful thank yoy

  2. yeaay! merry chrismast everyone

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: