Kabar Terkini

Malam Selebrasi Nusantara Symphony Orchestra


~ oleh Vincent Wiguna

Hari-hari di penghujung tahun selalu diramaikan dengan perayaan Natal. Konser musik pun berjamuran di setiap sudut kota tiap minggunya. Masih terngiang salah satu pertunjukkan bertemakan hari kelahiran Isa Almasih sekaligus sebuah perayaan menyudahi ‘puasa’ selama lebih dari empat tahun sejak penampilan yang terakhir yang dibuka ke khalayak publik. Nusantara Symphony Orchestra (NSO) kembali siap dengan konsisten menyajikan musik yang berkualitas bagi penduduk ibu kota.

Bagian pertama dari Oratorio Mesias menjadi sajian utama di akhir November itu, bertempatkan di Ciputra Artpreneur  didukung dengan sound system yang amat baik, Hikotaro Yazaki berdiri memimpin dengan solid. Paduan suara Cordana dan Nusantara Choir yang dipersiapkan oleh Budi Susanto Yohanes bernyanyi dengan lincah. Secara keseluruhan Yazaki memilih tempo yang cenderung cepat, walaupun mengetahui tingkat kesulitan melisma yang cukup tinggi, alhasil paduan suara pun terdengar tergopoh-gopoh dengan napas yang kurang konsisten di beberapa tempat. Namun besarnya energi yang diberikan direktur musik NSO sejak 2005 ini mampu ditransfer dengan baik oleh seluruh jajaran musisi secara keseluruhan. Dengan menggunakan orkestrasi standar pra-romantik, karya Barok ini terkesan sangat berbeda. Alat tiup kayu dan logam yang lengkap memberikan tekstur yang lebih tebal dan meriah.

Para solis pun tampil dengan gemilang, meskipun dua aria dan dua recitativ tidak dimainkan. Aning Katamsi tampil paling musikal dan penuh penghayatan. Kabar sukacita akan kelahiran Juruselamat yang diambil dari nats Alkitab umat Kristiani ini disenandungkan layaknya ungkapan iman yang tulus. Tepuk tangan pun tidak dapat dibendung setelah aria ‘Rejoice greatly’ selesai dinyanyikan. Solis lain pun turut menyanyikan dengan prima: Anna Koor dengan suara gelap yang menawan, Ndaru Darsono yang walaupun membutuhkan pengambilan napas di beberapa tempat namun tetap berusaha mengakhiri kalimat musik secara utuh. Resonansi yang lebih kaya di nada-nada tinggi pasti akan lebih memukau penonton yang telah dimanjakan dengan suaranya yang hangat. Harland Hutabarat pun dengan kokoh namun fleksibel menyanyikannya.

Program Handel tersebut didahului oleh program pembuka malam itu, Konserto untuk Seruling dan Harpa K.299 karya Mozart. Marini Widyastari yang mengenyam pendidikan di Royal Northern College of Music berkolaborasi dengan lulusan Vienna Conservatory Austria, Rama Widi. Sebuah penampilan yang apik dan menyenangkan, dialog antar solis maupun dengan orkes tercipta begitu natural. Artikulasi yang secukupnya membuat setiap kalimat terukir dengan garapan dari sang pengaba. Bagian kedua konserto ini yang amat terkenal memberikan kesan meditatif di dalam keluguannya. Orkes pun serasa seperti sebuah musik kamar yang anggun. Malam itu pun ditutup dengan medley lagu-lagu Natal aransemen musisi Hungaria, Richard Riederauer, yang meriah dengan progresi akor yang tidak terduga serta transisi tempo yang mulus.

Selamat datang kembali NSO dan selamat merayakan misteri Natal lewat kemeriahan dan kesederhanaan musik!

~ Vincent Wiguna adalah pengajar piano dan teori musik di Yayasan Musicorum dan aktif sebagai pianis kolaboratif dan chorusmaster di Jakarta.

Iklan

1 Comment on Malam Selebrasi Nusantara Symphony Orchestra

  1. â€;¦C8230&.#an I just say what a aid to discover somebody who really knows what theyre talking about on the internet. You undoubtedly know learn how to convey a difficulty to mild and make it important. Far more individuals need to read this and perceive this fac…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: