Kabar Terkini

Update: Pesan Internal PSM Unpad untuk Diam atas Pelarangan & Hasil Mediasi


Berikut adalah jawaban dari pengurus Paduan Suara Mahasiswa Universitas Padjajaran akan kasus pelarangan menyanyi dan mencari dana dengan lagu-lagu natal di mal Trans Studio Bandung yang terjadi tempo hari yang disebarkan kepada kalangan mahasiswa maupun alumni dari PSM UNPAD untuk meredam dan memilih diam atas tekanan yang mereka alami. Kabar ini kami dapatkan dari sumber yang dekat dengan PSM UNPAD dan menjelaskan mengapa kalangan PSM memilih untuk diam dan tidak mengangkat isu ini. Berikut pesan yang disampaikan:

Halo kang teh teman-teman, barangkali diantara kang teh ada yang ditanyakan kerabat/teman tentang caroling PSM Unpad di TSM tgl 18 (kemarin malam)

Jadi kemarin itu saat PSM sedang bernyanyi di dekat gramedia TSM, tiba-tiba ada seorang bapak-bapak yg datang, berbicara kepada kami dan kang Arvin mempertanyakan adanya penyanyi caroling yang beragama Islam sambil merekamnya dalam format video. Kami sudah menjelaskan bahwa konteksnya kami bernyanyi disini adalah menggalang dana untuk kompetisi bukan dalam perayaan natal dan tidak ada sangkut pautnya dengan kepercayaan, tapi bapak tersebut tidak memahaminya.

Hal lainnya yg terjadi adalah penonton lain ikut pula mendokumentasikan dalam bentuk foto/video kejadian saat bapak-bapak tersebut memberhentikan kami.

Dan yang kami temukan semalam, di medsos terdapat beberapa orang yang sudah men-share foto/video saat bapak-bapak itu memberhentikan kami. Konten media sosial yang tersebar jadinya malah yang menyudutkan bapak-bapak tersebut.

Sebelum hal ini menjadi viral, berkepanjangan, dan merambat kemana-mana, kami dari pengurus mencoba untuk menghubungi pemilik aku -aku  yang men-share kejadian itu untuk menghapus post mereka di setiap media sosial, agar berita tidak sempat ter-blow up dan menjadi semakin kompleks.

Kami juga memohon kang teh sekalian untuk tidak ikut tersulut dan tidak terlalu penasaran untuk membuka akun-akun terkait, agar postingannya tidak ikut naik, khawatir menjadi headline di FB atau masuk di-explore instagram dan justru membuat postingan-postingan tsb semakin banyak dilihat khalayak.

Menghadapi tekanan atas kebebasan berekspresi kesenian ini, ternyata PSM Unpad memilih untuk diam. Bagaimanakah ini dapat menjadi jawaban atas opresi berkesenian?

——–

Berikut adalah pesan dari hasil mediasi yang dilakukan per hari Selasa di Universitas Padjajaran antara pihak PSM Unpad yang sempat terhenti kegiatannya dengan Sdr. Alan yang dalam informasi pernyataan pers, seperti dikutip dari status FB Willy Kevinda Aditya yang memediasi pihak PSM Unpad dengan Sdr. Alan:

Assalamualaikum, warahmatullahiwabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Melalui status saya ini, saya ingin menyampaikan informasi terkait permasalahan TSM pada tanggal 18 Desember yang lalu.
Pada siang tadi pukul 14.00 wib bertempat di area kampus UNPAD Dipatiukur, saya dari #BANDUNGTIDAKTAKUT dan mewakili walikota Bandung kang M Ridwan Kamil memediasikan kehadiran rekan-rekan dari Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UNPAD dan saudara Alan, terkait “insiden” yang seakan akan saudara Alan menyetop lagu bernuansa Natal yang dinyanyikan oleh rekan-rekan dari PSM UNPAD.
Hal ini saya buat sebagai bentuk pelurusan informasi yang sekarang berkembang di media sosial yang semakin jauh dari kenyataan yang sebenarnya.
Bismilah….
Bahwa dengan status ini saya menginformasikan kepada seluruh netizen:

  1. Tidak benar informasi yang beredar bahwa adanya sweeping dari sebuah ormas keagamaan yang menghentikan nyanyian natal yang dinyanyikan oleh rekan-rekan PSM UNPAD.  Dan “insiden” ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan kasus KKR yang terjadi beberapa waktu lalu di gedung SABUGA Bandung, atau issue sweeping ormas keagamaan tentang pemakaian atribut natal di Surabaya.
  2. Tidak benar informasi yang beredar bahwa ada tindak penindasan secara psikologis oleh Sdr. Alan kepada rekan-rekan PSM UNPAD.
  3. Tidak benar informasi yang beredar bahwa ada pembubaran secara paksa oleh Sdr. Alan kepada rekan-rekan PSM UNPAD.
  4. Tidak ada niatan sama sekali dari Sdr. Alan untuk tidak toleran antar umat beragama terkait hal ini.

Kedua belah pihak telah bertemu dengan baik dan dalam suasana sangat kekeluargaan.
Dan Sdr. Alan pun telah memohon maaf baik secara lisan maupun tulisan kepada pihak PSM UNPAD. Hal ini murni karena inisiatif secara pribadi dari Sdr. Alan yang berniat untuk berdialog dengan panitia PSM UNPAD terkait adanya anggota PSM UNPAD yang beragama Islam yang menyanyikan lagu2 rohani umat kristiani dalam suasana Natal dan tahun baru pada saat itu.

Terkadang niat baik belum tentu menghasilkan sesuatu yang baik apabila disampaikan dengan cara yang kurang tepat dan di waktu yang tidak tepat.
Alhamdulilah, kini kedua belah pihak telah berdialog dengan baik dan kekeluargaan dan keduanya saling memaafkan.
Demikian informasi yang bisa saya sampaikan kepada seluruh sahabat dan rekan-rekan.

Masalah ini telah selesai dengan damai, sehingga dimohonkan untuk tidak men share atau membuat status terkait akan hal ini dari sisi yang negatif.

Bandung InshaAllah kondusif
Atas nama Bandung Tidak takut

Willy Kevinda Aditya, S.Sos
Cc :

  1. Walikota Bandung
  2. Kapolrestabes Bandung
  3. Manajemen Trans Studio Mall

Salam #BANDUNGTIDAKTAKUT

#bandungkondusif

#bandungtoleran

Yang pasti aksi yang tidak dilakukan secara bijak di ruang publik, telah terlanjur menjadi konsumsi publik dan dengan teknologi yang ada saat ini, tentunya akan dengan mudah tersebar. Apapun yang terjadi, hendaklah kita menyikapi kebebasan beropini dan juga berpendapat secara lebih arif apabila juga ingin berimplikasi pada hal yang juga baik. Kabar ini adalah bentuk keprihatinan tersendiri, terlebih dengan kecenderungan menurunnya toleransi antar umat beragama di masyarakat Indonesia. Kearifan sangatlah dibutuhkan. Dan syukurlah permasalahan ini terjawab dengan baik.

Iklan
About mikebm (1217 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

2 Comments on Update: Pesan Internal PSM Unpad untuk Diam atas Pelarangan & Hasil Mediasi

  1. jadi sebenarnya diperbolehkan atau tidak sih kegiatan2 semacam itu (PSM yg bernyanyi untuk penggalangan dana)?
    Mungkin saja ada kegiatan serupa di daerah/tempat lain.

  2. ArifSyaiful // 22 Desember 2016 pukul 6:07 pm //

    Itu foto waktu mediasi jelas2 di area masjid semua lepas alas kaki tapi beberapa masih pakai. Kaya gitu kok ngomongin toleransi, omong kosong !

1 Trackback / Pingback

  1. Nyanyi Lagu Natal di Mall, PSM Unpad Ditegur Orang dari Ormas – A Musical Promenade

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: