Kabar Terkini

Tone Deaf: Bukan Karena Tidak Bisa Bernyanyi


Ketika saya sedang karaoke bersama teman-teman, terkadang saya berusaha fokus mendengarkan suara teman-teman saya atau suara pengunjung di ruangan lainnya. Kadang-kadang saya mendengar orang yang bernyanyi tidak sesuai dengan nada lagu yang dinyanyikan. Banyak orang bilang kalau orang-orang yang tidak bisa mengikuti nada ketika bernyanyi adalah orang-orang yang tuli nada atau buta nada. Tapi apakah semata-mata karena tidak bisa mengikuti nada maka seseorang dapat disebut tuli nada?

Orang yang tuli nada atau tone deaf memiliki pendengaran yang sempurna seperti orang-orang pada umumnya, tetapi mereka memiliki masalah untuk mempersepsikan nada (pitch) di otak mereka.  Otak seseorang yang tuli nada memiliki kesulitan untuk memproses musik, seperti kesulitan mengenali melodi dan sulit memahami perubahan nada. Secara klinis, gejala tersebut disebut dengan nama amusia yang juga disebut sebagai gangguan pemrosesan musik (music processing disorder).

Biasanya masih ada kesalahpahaman tentang tuli nada itu sendiri. Seseorang yang dianggap tidak bisa meniru nada yang dimainkan dari piano, maka orang tersebut langsung disebut sebagai seseorang yang tuli nada. Padahal bila seseorang tidak bisa meniru nada atau menyanyikan nada secara tepat bisa saja karena orang tersebut kurang mendapatkan pelatihan musik. Apabila orang tersebut memang benar-benar tuli nada atau memiliki amusia, mereka tetap bisa mendengar musik namun musik tersebut menurut mereka tidak bisa dinikmati.

Amusia itu sendiri memiliki 2 tipe. Pertama congenital amusia, yaitu gangguan pemrosesan nada yang dimiliki seseorang sejak lahir dan sepanjang hidupnya. Kedua acquired amusia, yaitu gangguan pemrosesan nada yang terjadi karena terjadi kerusakan pada otak. Bila penyebab terjadinya acquired amusia sudah jelas karena kerusakan pada otak misalnya karena kecelakaan, penyebab dari terjadinya congenital amusia masih diperdebatkan oleh para peneliti. Tetapi penelitian terus berjalan untuk kedua jenis amusia ini untuk mencari tahu bagian otak mana yang secara spesifik berbeda antara orang yang memiliki amusia dan orang yang sehat. Hal ini menjadi sulit karena musik diproses oleh otak pada bagian yang berbeda-beda, tidak hanya pada auditory cortex saja.

Apakah amusia bisa disembuhkan? Sampai sejauh ini belum ada bukti ilmiah bahwa amusia dapat disembuhkan. Perlu diingat apabila seseorang tidak bisa bernyanyi atau tidak bisa mengikuti nada, tidak bisa serta-merta orang tersebut disebut sebagai seseorang yang tuli nada. Perlu diperiksa terlebih dahulu apakah terdapat gangguan di otaknya sebelum melabel seseorang tuli nada. Bila memang tidak ada, maka yang dibutuhkan orang yang tidak bisa meniru nada tersebut adalah latihan dalam musik.

Apakah Anda memiliki kekhawatiran bahwa Anda atau teman Anda ternyata tuli nada? Cobalah tes sederhana dari website ini http://tonedeaftest.com/, tetapi perlu diingat bahwa tes ini tidak bisa digunakan sebagai acuan diagnosa klinis. Bila memang Anda merasa memiliki amusia dan hal tersebut mengganggu kehidupan Anda, hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 

Sumber dan Bacaan Lebih Lanjut:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: