Kabar Terkini

Menyambut Tahun Baru Bersama Jakarta Simfonia Orchestra


Sabtu tanggal 21 Januari nampaknya belum terlambat untuk merayakan tahun baru. Jakarta Simfonia Orchestra membuka musim pertunjukan 2017 dengan pertunjukan konser tahun baru, New Year’s Concert 2017, di Aula Simfonia Jakarta, markas dari orkestra ini.

Memasuki tahun yang baru, Jakarta Simfonia Orchestra yang dipimpin oleh Stephen Tong menampilkan bintang tamu pianis muda Indonesia, Kevin Suherman. Pianis muda Indonesia berprestasi ini mendapatkan kesempatan untuk mempertunjukkan dua karya. Bersama pebiola belia Alanna Scaramella yang elegan, penuh penguasaan panggung dan pengolahan musikal yang matang, Kevin Suherman membawakan karya biola dan piano dari Camille Saint-Saëns, Danse Macabre.

Kevin kemudian menunjukkan kepiawaiannya sebagai solois piano muda yang menjanjikan lewat Piano Concerto dari Robert Schumann. Pianis lulusan University of Melbourne Conservatory of Music dan kini menantikan studi paskasarjananya di London memainkan karya yang kokoh ini lewat pulsasi yang konstan sekaligus musikal. Penggarapannya dibarengi juga kedalaman yang mampu menawan pendengar diikuti dengan eksekusi teknis yang cemerlang. Rangkaian frase musiknya tergarap sekaligus menjadi pegangan yang kokoh bagi seluruh orkestra yang isi mengisi dengan permainannya. Meskipun bagian-bagian introspektif diri belum terpancar secara paripurna, namun setiap ekspresi mampu merekat dengan pasti.

Konser tahun baru belum akan lengkap tanpa permainan musik-musik riang tarian. Aufforderung zum Tanz, Op.65 dari Carl Maria von Weber, berpadu dengan karya Les Patineurs Valse, Op.183 dari Waldteufel. Juga hadir karya Geschichten aus dem Wienerwald, Op.325 dari Johann Strauss Jr. selain karya Fruhlingstimmen, Op.410, Tritsch Tratsch Polka dan New Pizzicato Polka. Selain itu juga hadir karya Tchaikovsky yakni Waltz dari Swan Lake dan ditutup dengan Dance of the tumblers, from the Snow Maidekarya Rimsky-Korsakov. Kesemuanya tak henti mengundang penonton malam itu ikut berdendang

Meski bagian dua konser banyak didominasi karya-karya easy-listening, namun menarik apabila kita mencermati orkestra Jakarta Simfonia Orchestra yang terus setia mengisi bulan demi bulan. Jakarta Simfonia Orchestra yang memasuki tahun ke-8nya bersama nampak telah berhasil membangun kekompakan dan kematangan tersendiri. Musik pun dapat lebih tergarap dengan luwes juga memiliki kekompakan suara yang padu. Persoalan musikal seperti memulai kalimat kini tidak lagi begitu inheren. Kerja sama ensembel pun semakin terasah meskipun balans antara seksi masih dapat ditingkatkan. Inilah buah yang sebenarnya dapat dirasakan dari status mereka sebagai orkestra kontrak yang beberapa anggota intinya berlatih reguler untuk mengasah teknik dan kerja sama di antara pemusik ini.

Stephen Tong sendiri meski bukanlah seorang konduktor yang ulung, namun ia mampu menggalang seluruh musisi untuk mengerjakan bagiannya masing-masing dan bekerja sama di bawah pimpinannya. Dengan mengandalkan inisiatif pemain, meski permainan musik terjaga dan tetap padu, namun ketelitian permainan dialogis yang balans dan pejal belum begitu terasa. Stephen Tong dapat dikatakan telah berhasil menjadi impresario yang mendukung seni sekaligus memimpin orkestra bentukannya sendiri.

Pembukaan tahun yang menarik untuk disaksikan, juga untuk melihat kemajuan dari orkestra Jakarta Simfonia Orchestra yang melangkah perlahan tapi pasti.

 

Iklan
About mikebm (1289 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: