Kabar Terkini

Malaysian Philharmonic Orchestra: Nuansa Prancis Oleh Konduktor Prancis


Musik adalah bahasa universal, begitu kata orang banyak. Malaysian Philharmonic Orchestra membuktikan hal tersebut dengan menampilkan sebuah orkestra yang terdiri dari pemain musik dari 24 negara berbeda. Pada tanggal 21 Januari 2017, orkestra yang terbentuk pada tanggal 17 Agustus 1998 ini menampilkan 3 komposisi yang diciptakan oleh 3 komposer Prancis. Dipimpin oleh Guillaume Tourniaire yang juga berkebangsaan Prancis, konser ini diberikan judul “King of Instruments” karena akan menampilkan salah satu komposisi untuk instrumen organ yang terkenal yaitu Symphony no. 3 in C minor, Op. 78 karya Camille Saint-Saëns.

Pertunjukkan dibuka dengan komposisi dari Claude Debussy yaitu Prélude à l’après-midi d’un faune. Komposisi yang terinspirasi dari sebuah puisi ini sepertinya menjadi salah satu lagu wajib dalam sebuah konser bertemakan Prancis. Dalam komposisi ini, sang konduktor memberikan kebebasan untuk para pemain mengekspresikan musik yang dimainkan, tetapi dia tetap membingkai suara-suara yang dimainkan agar sesuai dengan harapan dari sang konduktor. Pembingkaian suara tersebut sudah mulai terasa ketika masuk dalam keheningan bahkan sebelum solo flute masuk di awal. Dengan sedikit anggukan dari konduktor, solo flute pun masuk dengan cantik namun tetap kokoh dengan nada-nada rendah yang dimainkan. Pemain dari seksi gesek serta seksi tiup kayu masuk dengan mulus dan menyambut pemain solo. Pada awalnya pemain cello terdengar sedikit mendominasi seksi gesek, tetapi lama kelamaan cello dapat membaur dengan seksi gesek lainnya.

Komposisi kedua yang dibawakan adalah Sinfonietta karya Francis Poulenc. Dalam komposisi yang terdiri atas 4 bagian ini, para pemain alat musik gesek menjadi bintang dengan permainannya yang sangat kompak. Untaian melodi dan harmoni di antara seksi juga terdengar sangat rapi. Didukung dengan akustik dari gedung pertunjukkan Dewan Filharmonik Petronas, suara orkestra terasa sangat penuh, karya yang begitu dinamis dipimpin oleh konduktor yang sangat ekspresif. Beliau benar-benar memimpin orkestra dengan tubuhnya, bahkan beberapa kali terlihat melompat atau menunduk untuk menunjukkan kontras dinamika yang diharapkan. Sesuai ekspektasi, kontras dinamika yang diharapkan pun berhasil dieksekusi. Berakhirnya komposisi ini pun menandakan akhir dari babak pertama.

Setelah jeda istirahat, tiba saatnya mendengarkan komposisi yang menjadi bintang pada pertunjukkan hari itu. Marcelo Giannini, seorang pemain organ dan harpsichord dari Brazil, hadir ke atas panggung untuk memainkan organ pada komposisi karya Camille Saint-Saëns yang dikenal juga dengan nama ‘Organ Symphony’. Komposisi ini dibagi menjadi dua bagian besar yang masing-masing gerakannya memiliki bagian-bagian kecil seperti pada sebuah simfoni empat bagian pada umumnya. Pada bagian pertama, seksi gesek terasa ragu-ragu saat memainkan nada-nada pertamanya sehingga terasa ritme yang tidak padu di awal.

Namun seiring berjalannya musik, permainan dari bassoon membantu pemain seksi gesek untuk membuat ritme menjadi stabil. Dari sini terasa bahwa para pemain orkestra berusaha untuk mendengar permainan musik dari satu sama lain. Organ kemudian bergabung ketika di tengah-tengah komposisi dengan lembut. Permainan organ yang sangat rapi dan disambut juga dengan para pemain orkestra yang menyambut organis. Pada bagian kedua, kali ini pemain tiup logam dan perkusi menjadi jawaranya dengan kegagahannya memainkan tiap-tiap nadanya. Bagian ini terdengar sangat megah, khususnya ketika organ memainkan dinamika forte dan mengeluarkan suara organ pipa secara penuh. Permainan yang dinamis dari pemain gesek dan tiup kayu juga menambah kesemarakan komposisi ini sehingga berhasil memberikan akhir yang manis bagi para penonton.

Guillaume Tourniaire telah berhasil membawa para penonton untuk merasakan nuansa komposisi Prancis. Beliau juga berhasil mengomunikasikan ekspektasinya kepada para pemain orkestra sehingga musik yang ingin disampaikan sampai kepada penonton. Riuh tepuk tangan dari penonton membuktikan keberhasilan Malaysian Philharmonic Orchestra pada hari itu.

img_0423

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: