Kabar Terkini

Ketat Imigrasi, Pembubaran NEA: Keputusan Budaya Donald Trump


Dalam seminggu setelah menduduki jabatan presiden AS, Donald Trump telah menelurkan kebijakan imigrasi yang kini banyak dikecam beragam pihak. Keputusannya untuk melarang warga negara dari tujuh negara yang mayoritas warganya beragama Islam dinilai memiliki bias yang tajam dan tidak didasari pertimbangan kebijakan dan penegakan HAM yang menyeluruh. Dan dunia seni pun tidak luput darinya.

Beberapa negara dibekukan dalam hal perjalanan sehingga ada banyak warga negara yang kini sudah memiliki visa dan izin tinggal sekalipun terlunta-lunta di bandara karena tidak diperkenankan memasuki wilayah AS. Beberapa bahkan khawatir kebijakan ini akan diperluas secara radikal ke negara-negara lain. Di sisi lain, penolakan pemerintahan Donald Trump terhadap para pencari suaka dan pengungsi pun mendapat banyak kecaman dari berbagai pihak.

Dunia seni pun mengalami pukulan yang tidak sedikit. Seni dan pertukaran budaya mengandalkan masyarakat yang terbuka dan didukung kebijakan lalu lintas orang yang bebas. League of American Orchestras (LAO) telah melayangkan protes keras dalam pernyataan resminya karena menilai kebijakan ini akan mempengaruhi ketenagakerjaan musisi di Amerika Serikat. Sebagai asosiasi yang menaungi ratusan orkestra profesional dan semi-profesional di AS, LAO berkewajiban membela kepentingan para pekerja anggotanya yang beragam latar belakang, para pemain orkestra dan juga tenaga profesional yang mendukung organisasi-organisasi orkestra. (di sini)

Beberapa musisi asal Timur Tengah pun yang mendapat suaka ataupun telah membangun karir puluhan tahun berbasis di Amerika Serikat pun kini harus membatasi diri dan perkembangan karirnya dikarenakan tidak ada jaminan bagi seorang permanent resident (pemegang greencard) akan mampu kembali kepada keluarga mereka apabila nekad meninggalkan AS (di sini). Beberapa musisi Eropa dengan darah keturunan salah satu dari tujuh negara itu pun ada yang akhirnya memutuskan untuk membatalkan perjalanan ke AS karena potensi penolakan izin masuk di imigrasi di AS. (di sini dan di sini).

Apabila musisi dengan rekam jejak di AS dan Eropa yang jelas saja masih disangsikan, apa kabar dengan warga negara asli negara tersebut? Kebijakan ini tentunya akan memukul prinsip-prinsip kebebasan yang dipercaya dianut oleh Amerika Serikat, negara yang hingga 100 tahun lalu mengandalkan arus imigrasi besar-besaran dalam menggerakkan roda ekonominya. Di sisi lain, kualitas pertunjukan seni pun akan menurun sejalan dengan semakin lambatnya pertukaran ide dan lalulintas sumber daya manusia yang menjadi kunci pertunjukan berkualitas dan pengembangan kreativitas yang giat.

Di sisi lain, Donald Trump juga mempublikasi untuk membubarkan segera National Endowment for Arts dan National Endowment for Humanities, dua lembaga pemerintah federal yang menjadi penyalur langsung dana abadi pengembangan seni dan kebudayaan karena dianggap penghamburan anggaran pemerintah, sebuah langkah radikal bagi pemerintah sayap kanan republikan ini.

Apakabar seni dan budaya di Amerika Serikat? Tampaknya semua akan semakin melihat ke dalam dan perlahan akan tercekik. Akankah AS tetap adidaya? Kita lihat saja ke depan.

Iklan
About mikebm (1272 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: