Kabar Terkini

Jokowi Fokus, Angin Segar untuk Seni Budaya?


Dalam Konferensi Forum Rektor Indonesia yang dihadiri oleh para rektor dari puluhan perguruan tinggi negeri dan swasta, Presiden Joko Widodo menyebut seni dan budaya sebagai DNA yang dapat menjadi keunggulan bangsa (detik.com). Padahal seni budaya sendiri di Indonesia seringkali dianggap sebelah mata, dirundung rendah diri, seni budaya sering dianggap hanya pelengkap dan bukan aset berharga yang utama.

Presiden Joko Widodo menyebut seni dan budaya sebagai potensi besar yang mengalahkan potensi ilmu pengetahuan dan teknologi bagi bangsa ini. Baginya daripada berjuang mengejar kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan berlomba menjadi negara industri, mengapa tidak serta-merta Indonesia menggarap seni budaya sebagai fokus utama. Dan dalam pertemuannya dengan para rektor se-Indonesia, ia mendorong meningkatnya peran serta pendidikan tinggi seperti universitas untuk meneliti dan mengembangkan seni dan budaya.

Seni budaya Indonesia tentunya memiliki keunikannya sendiri yang tidak dapat direplikasi oleh pihak lain. Meski demikian, sudah menjadi hal yang lumrah bahwa seni dan budaya adalah sektor yang paling terbengkalai. Seni dan budaya hanyalah ‘ada’ dalam bingkai kebangsaan kita tanpa disadari potensi dan pengembangannya. Ide Jokowi untuk mendorong Indonesia sebagai negara seni budaya dan bukan negara industri sebenarnya mengarahkan Indonesia pada negara yang bertumpu pada ekonomi kreatif dan industri budaya.

Penekanan Jokowi aspek pariwisata sebagai industri sertaan yang terbangun akibat pembangunan dan pemanfaatan seni budaya adalah baik namun perlu diingat bahwa apresiasi utama haruslah dibangun lewat apresiasi pemilik dari budaya itu sendiri dan bukan berbasiskan pada budaya ‘tontonan’ tanpa apresiasi yang terbangun dengan mantap.

Meskipun demikian, sadarilah bahwa apresiasi seni dan budaya serta kekayaan intelektual di Indonesia masih sangat rendah. Tanpa apresiasi dan kemudian infrastruktur yang mendukung untuk menegakkan pemanfaatan hak kekayaan intelektual yang tegas dan mengikat, aspek ekonomi dari seni budaya tidak akan dengan sendirinya terbangun. Oleh karena itu, peran serta akademia dan perguruan tinggi sangatlah sentral dalam menjadi katalis wawasan dan titik mula apresiasi seni dan budaya. Tanpa paham budaya beserta potensi dan juga efektivitas pemanfaatannya, ekonomi kreatif hanya akan jadi jargon kosong belaka.

Sayangnya belum semua perguruan tinggi di Infonesia yang melihat seni budaya dan seni sebagai kekuatan dan fokus keilmuan. Betapa banyak perguruan tinggi di Indonesia yang memfokuskan pada bidang studi ekonomi dan tekonolgi, dan sedikit yang membuka studi seni budaya. Terlebih penelitian yang dibangun, masih sangat sedikit.

Tentunya, untuk membangun seni dan budaya sebagai DNA bangsa dan bahkan sebagai tulang punggung negara diperlukan pemahaman seni dan budaya yang tidak separuh-separuh. Jalan masih panjang menuju ke sana, namun deklarasi Jokowi setidaknya memberi angin segar akan pentingnya harapan seni budaya untuk Indonesia.

Iklan
About mikebm (1265 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

1 Comment on Jokowi Fokus, Angin Segar untuk Seni Budaya?

  1. Setuju.Mari kita bangun Seni Budaya kita.Jangan anggap remeh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: