Kabar Terkini

Jakarta City Philharmonic Buka Audisi


Orkes baru milik kota Jakarta Jakarta City Philharmonic membuka audisi untuk mengisi barisan anggota orkestra yang baru digagas di akhir tahun lalu.

Informasi lengkap silakan ikuti tautan ini.

Orkestra yang digagas oleh Dewan Kesenian Jakarta ini telah melakukan dua konser perkenalan di akhir tahun 2016 dan kini merencanakan untuk 10 buah konser di tahun 2017.

Proses latihan proyek pilot di bulan November 2016 dipimpin direktur musik Budi Utomo Prabowo

Audisi terbuka ini adalah salah satu audisi yang pertama kali dilakukan oleh orkestra profesional ibukota dalam beberapa tahun terakhir. Sedangkan orkestra profesional terakhir di Indonesia yang membuka audisi adalah Bandung Philharmonic. 

Meski orkes ini adalah orkes baru, terlihat bahwa kursi barisan orkestra ini beberapa telah terisi, terutama yang terlihat jelas adalah barisan pemain tiup dan kemungkinan barisan gesek utama juga telah terisi. Keputusan ini mungkin diambil untuk mengamankan posisi beberapa pemain yang dirasakan memegang peranan kunci dalam orkestra yang masih baru ini. Kemungkinan pertimbangan kualitas pemain adalah salah satu perihal utama yang menjadi alasan, namun keputusan ini juga menimbulkan tanda tanya akan transparansi proses audisi yang diadakan kali ini. Mari kita lihat prosedur audisinya yang akan diselenggarakan di bulan Maret ini di dua kota, Jakarta dan Yogyakarta.

Yang pasti dengan tambahan 10 konser yang diselenggarakan orkestra milik Jakarta dan didukung Badan Ekonomi Kreatif ini, panorama musik klasik di Ibukota akan semakin semarak. Dengan hadirnya Jakarta Simfonia Orchestra dan Jakarta City Philharmonic dan pertunjukan bulanan mereka, sedikitnya kita akan menyaksikan setidaknya dua pertunjukan orkestra simfoni klasik secara rutin setiap bulannya. Inikah tandanya musik klasik dan apresiasi musik seni semakin meningkat di Jakarta? Kita lihat saja ke depan.

Iklan
About mikebm (1225 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: