Kabar Terkini

Trump Mematikan National Endowment for the Arts


Ketika banyak pegiat seni dan kebijakan seni di tanah air mencoba untuk menciptakan sebuah dana abadi untuk perkembangan seni nasional, justru Amerika Serikat lewat kebijakan presiden barunya Donald Trump mengumumkan untuk mematikan National Endowment for the Arts Amerika Serikat yang menjadi percontohan yang dilakukan Indonesia.

Terhitung kemarin 16 Maret 2017, pemerintahan Presiden Donald Trump sebagaimana janji kampanyenya untuk memotong anggaran yang tidak ‘penting’ akhirnya meluncurkan draft anggaran pemerintah untuk tahun 2018 dan salah satu korbannya adalah National Endowment for the Arts yang dipastikan tidak lagi berfungsi di tahun 2018 nanti. Meskipun ukurannya yang kecil dibanding dengan sokongan swasta untuk seni, National Endowment for the Arts atau NEA adalah sebuah badan independen yang mengelola dana abadi pemerintah federal yang diperuntukkan khusus bagi pengembangan kesenian.

Badan dana abadi ini menerima anggaran dari pemerintah dan kemudian mengelolanya dan membagikannya kepada organisasi-organisasi seni berukuran kecil menengah untuk pengembangan seni baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Perannya sempat besar di dekade 1965-70an di mana badan ini menjadi lambang supremasi pemerintah dan kebijakan liberal Amerika Serikat yang berlawanan dengan kebijakan seni totaliter yang digadang Rusia yang campur tangan penuh dengan kegiatan kesenian. Di sini NEA menjadi lembaga independen yang membantu pendanaan dan pemberian subsidi namun memberikan keleluasaan penuh berkarya bagi seniman sebagai bagian dari iklim demokrasi yang digadangnya. nea-lockup-A

Di masa pemerintahan Ronald Reagan yang neoliberalis di tahun 1981, NEA juga pernah diancam untuk dihapuskan karena dianggap menghamburkan uang negara dan termasuk proses privatisasi kesenian yang menjadi agenda pemerintahan kala itu. Tentunya, hal ini dengan harapan bahwa pemerintah tidak lagi perlu menyisihkan anggaran khusus untuk kesenian dan agar lebih mengutamakan dukungan sektor swasta. NEA pun bertahan meskipun anggarannya menyusut drastis. Sebagai salah satu produk kebijakan Partai Demokrat, badan ini memang menjadi obyek serangan Partai Republik yang menilai NEA hanyalah pemborosan anggaran negara dan adalah pengejawantahan campur tangan pemerintah dalam kesenian yang dihindari oleh Partai Republik.

Akankah NEA bertahan? Dan apakabar advokat kesenian Indonesia yang melihat National Endowment for the Arts sebagai salah satu acuan pendanaan pemerintah untuk kesenian di Indonesia? Gempuran keras di bidang kesenian, bisa jadi terjadi di Indonesia terlebih dengan rendahnya kesadaran masyarakat dan peran serta pemerintah dalam seni dan budaya.

Yang pasti hari ini adalah hari yang menyedihkan bagi kesenian di Amerika Serikat.

 

Iklan
About mikebm (1216 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: