Kabar Terkini

Merayakan Paskah bersama Jakarta Simfonia Orchestra


~oleh Made Susena Griya Putra

Perayaan hari Paskah sudah dekat. Jakarta Simfonia Orchestra pun turut mengawali rangkaian perayaan tersebut dengan menggelar konsernya yang bertajuk “Easter Concert” di Aula Simfonia Jakarta yang sekaligus menjadi markas bagi orkestra domisili Jakarta tersebut. Konser Jakarta Simfonia Orchestra kali ini memainkan karya dari Elgar, Mendelssohn dan Zelenka bersama koor Jakarta Oratorio Society.

Konser dibuka dengan penampilan orkestra dan koor Jakarta Oratorio Community memainkan karya rohani terkenal dari Zelenka, Missa Paschalis dengan solis Sylvia Wiryadi (soprano), Elsa Pardosi (alto), Jethro Rachmadi (tenor), dan Samuel Lim (bariton). Karya ini terbilang cukup unik bagi JSO sendiri karena komposisinya menggunakan piccolo trumpet yang memiliki karakter suara lebih ringan daripada Bb trumpet. Dr. Billy Kristanto sendiri bentindak sebagai pengaba orkestra hari itu yang juga memainkan harpsicord dengan piawainya sekaligus mengaba oratorio era barok pertengahan tersebut. Karya tersebut langsung dibuka oleh orkestra dan koor sekaligus secara langsung malam itu. Entah karena faktor penampilan pertama ataupun adaptasi kembali dengan akustik ruangan  di malam itu juga, beberapa pemain terlihat “kaget” dengan memulai karya barok tersebut pada bagian awal lagu. Namun, hal tersebut tidak menjadi hambatan dimana karya tersebut kemudian terus berjalan dengan lancar di setiap baitnya. Karya yang berdurasi sekitar tiga puluh menit ini kemudian juga mengakhiri sesi pertama dari konser paskah kali ini.

Sesi kedua konser dibuka dengan penampilan oktet gesek memainkan karya Scherzo dari String Octet Op. 20 karya Mendelssohn. Oktet yang memiliki format 4 biola, 2 biola alto dan 2 cello tersebut dipimpin oleh concertmistress, Wen Wen Bong yang dengan piawainya memainkan rangkaian nada bertempo cepat tersebut bersama tujuh rekannya. Karya zaman romantik itu pun membuka sesi kedua konser dengan disambut meriah oleh penonton. Konser kemudian dilanjutkan dengan karya Salut D’Amour milik komposer berkebangsaan Inggris, Edward Elgar yang merupakan karya terkenal yang bertemakan cinta yang ditulis oleh Elgar untuk melamar calon istrinya. Kembali, concertmistress Wen Wen Bong mendapat bagian solo pada karya ini dengan kanon oleh seksi tiup yang membuat penonton terkagum dan tidak bergerak dari posisi mereka. Walaupun sesi kedua didominasi oleh penampilan lagu yang bersifat easy-listening penapilan juga diselingi dengan ensembel gesek kembali menampilkan kepiawaiannya menjalin rangkaian nada bertempo lambat pada gerakan Larghetto dari karya Elgar, Serenade for String.  Konser pun diakhiri oleh orkestra dan koor menampilkan bagian kedua dari karya rohani Christus oleh Mendelssohn yang mengakhiri konser dengan sambutan tepuk tangan penonton.

Standing ovation dan tepuk tangan meriah penonton pun membuat konduktor Billy Kristanto kembali ke panggung kembali memberikan hormat kepada penonton. Tak disangka kemudian orkestra pun memainkan Pomp and Circumstance no.1 karya Elgar kembali sebagai encore. Walaupun konser dihadiri oleh penonton yang tidak terbilang banyak, pun dari kursi penonton bagian mezzanine tidak terisi setengahnya. Penampilan JSO tetap mendapatkan respon yang positif dari penonton. Beberapa testimoni dari penonton salah satunya Sarah Kahar yang merupakan cellist dari Orkes Simfoni UI Mahawaditra mengatakan walaupun konser kali ini bertajuk konser paskah namun penampilan musiknya tetap tersaji dengan sangat baik dan dapat dinikmati oleh semua kalangan. Hal ini juga menunjukkan bahwa musik sebetulnya merupakan bahasa universal tanpa unsur SARA dan dapat menyatukan dan menjangkau semua kalangan. “Merupakan sebuah pengalaman yang unik bagi saya sendiri dapat menyaksikan sebuah konser oratorio di kota sendiri” ujarnya.

~ Made Susena Griya Putra adalah violis prinsipal OSUI Mahawaditra dan Orkes Komunitas Concordia dan saat ini berkuliah di jurusan Teknik Perkapalan Universitas Indonesia

Iklan

1 Comment on Merayakan Paskah bersama Jakarta Simfonia Orchestra

  1. Kouhai2 unyu // 9 April 2017 pukul 5:58 pm //

    Kyaa keren bgt senpai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: