Kabar Terkini

Musical Promenade untuk Semua


Musicalprom mungkin adalah satu-satunya media daring yang menggarap berita musik seni juga musik klasik dan kegairahannya di Ibukota. Mungkin tidak sedikit pihak yang bertanya: MusicalProm itu untuk siapa?

Hampir sepuluh tahun mewarnai perkembangan musik di Indonesia lewat tulisan yang menarik maupun tajam, MusicalProm telah membangun diri sebagai media yang terpercaya sekaligus juga aktif membangun diskursus. Tidak sedikit pihak yang juga terusik dengan ketajaman MusicalProm menelaah dan mengkritik berbagai peristiwa, aktivitas dan kebijakan seni musik di Tanah Air. Beberapa pelaku musik bahkan menyiratkan MusicalProm sebagai laman yang juga kontroversial di bidang seni musik. Namun memang kesemuanya itu adalah untuk membangun iklim dialog dalam permusikan seni yang sering hanya nampak hening di permukaan namun sesungguhnya hiruk pikuk di belakang layar.

Karena itu pula MusicalProm telah membuka diri semenjak 4 tahun terakhir untuk menerbitkan beragam kontribusi dari beragam pemusik, pemikir, aktivis dan pecinta musik. Dan MusicalProm berkomitmen untuk menepis budaya partisan dalam masyarakat musik seni di Indonesia dengan menerbitkan beragam pemikiran, yang bahkan bisa saja saling berlawanan bahkan dengan pemikiran redaksi sekalipun. Hal ini ditujukan untuk menghidupkan dan memperkaya perspektif akan aktivitas musik di Indonesia.

Yang perlu dibangun justru adalah kerangka berpikir logis dan argumentatif yang layak untuk ditampilkan bagi masyarakat. Kelemahan bagi dunia musik seni kita saat ini adalah keengganan untuk mengemukakan pendapat secara terbuka dalam kerangka pikir yang rasional yang mampu menggugah pembaca. Tidak sedikit pula yang lebih memilih untuk terbuai dalam liputan media kebanyakan yang mendiskusikan musik di permukaan. Maka dari itulah, MusicalProm hadir untuk mengakomodasi beragam pemikiran dalam musik yang akan menghidupkan diskusi, kegairahan dan kedalaman dalam musik itu sendiri serta menjadi sarana perenungan bagi banyak kalangan.

Tidak sedikit yang gagal paham dan mengatakan, apapula kontribusi MusicalProm dalam dunia musik, membunyikan satu nadapun tidak, hanya penuh komentar dan gagasan? Justru komentar dan penyaluran gagasan inilah yang menjadi nilai utama MusicalProm dalam membangun iklim demokrasi dalam seni suara lewat beragam tulisan dan kontribusi. Musikolog Aditya Setiadi bahkan mengatakan bahwa laman majalah daring ini menjadi bagian arsip dan potret kehidupan musik klasik hampir sepuluh tahun terakhir.

MusicalProm bukanlah media besar. Ia hanyalah media kecil yang berusaha menyalurkan berbagai gagasan sebagai titik mula perkembangan musik yang lebih baik lewat iklim berdemokrasi. Karenanya besar harapan bertumbuhnya demokrasi tersebut lewat semakin berwarnanya kontribusi tulisan yang diterbitkan MusicalProm. Karenanya MusicalProm tidak jemu-jemu mengundang pembaca untuk mengemukakan pendapat, berdebat, mengungkap gagasan dan berbagi pemikiran lewat laman-laman sederhana MusicalProm.

Sepuluh tahun FB dan Twitter serta media sosial melahirkan budaya komentar pendek dan ringan share tanpa membaca isi yang kurang ampuh dalam menyampaikan gagasan secara cerdas, termasuk dalam musik. Sudah saatnya kembali tulisan berkualitas yang berjaya untuk kemajuan bersama. Salam!

Iklan
About mikebm (1247 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: