Kabar Terkini

Lingkup Subsektor Musik dalam Ekonomi Kreatif Indonesia


Ketika Ekonomi Kreatif Indonesia mengelompokkan subsektornya, musik menjadi salah satu subsektor yang teridentifikasi sebagai salah satu subsektor yang potensial. Namun tidak sedikit dari kita pun rancu dalam memahami lingkup subsektor musik dalam kacamata ekonomi kreatif. Karena itu mari kita bahas lebih lanjut.

Dalam laman Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang menyebut subsektor musik, terlihat sepertinya subsektor ini berfokus pada dunia gemerlap showbiz dalam dunia hiburan. Namun nyatanya tidak demikian. Justru nomenklatur subsektor musik terbilang lengkap dan menyeluruh sembari juga melingkupi aktivitas musik yang mungkin sebelumnya dirasa sebagai kegiatan non-komersial.

Dalam Laporan Penyusunan Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif 2010-2015 yang disusun Badan Ekonomi Kreatif bersama Badan Pusat Statistik, Bekraf mendefinisikan musik sebagai ‘segala jenis usaha dan kegiatan kreatif yang berkaitan dengan pendidikan, kreasi/komposisi, rekaman, promosi, distribusi, penjualan, dan pertunjukan karya seni musik’. Alhasil, lingkup musik pun menjadi sangat besar dan bukan hanya berkisat pada aktivitas industri rekaman saja yang sempat mendominasi subsektor ini.

Berikut sedikit uraian subsektor musik dalam kacamata Bekraf:

  1. Pendidikan musik. Musik adalah sebuah bentuk seni yang cukup bertumpu pada sektor pendidikan baik berbentuk formal maupun informal. Pendidikan musik adalah sebuah usaha dimana terjadi penciptaan dan pertukaran nilai, baik dari sisi nilai kultural maupun finansial dan bahkan kini jauh terkelola secara sistematis yang menyebabkannya layak disebut industri secara tersendiri. Badan Ekonomi Kreatif ternyata juga memasukkan industri pendidikan musik dari level les rumahan, sanggar hingga perguruan tinggi dalam ekosistem subsektor musik mereka sehingga semakin memperluas cakupan subsektor ini.
  2. Kreasi/komposisi. Kegiatan usaha menciptakan musik dan berkreasi dengan musik sebagai produk utama termasuk dalam subsektor ini. Hal ini tidak hanya melihat upaya kreasi penggubahan musik saja namun juga termasuk usaha rekayasa audio untuk masuk ke dalam kegiatan kreatif ini sebagai bagian dari unsur kreasi. Bisnis publikasi/penerbitan musik pun termasuk dalam ranah ini meski tentunya ada kemungkinan bersinggungan dengan subsektor penerbitan yang berkaitan dengan lalu lintas dan transaksi HAKI atas musik.
  3. Rekaman. Sebagai salah satu bentuk produk yang dahulu merajai subsektor ini, rekaman tetap menjadi salah satu bagian yang memiliki komplekitas tersendiri yang patut diperhitungkan. Industri rekaman sebenarnya berkenaan dengan proses publikasi dan produksi rekaman yang melibatkan banyak elemen bisnis yang terlibat dari manajemen artis hingga manajemen aspek teknis dan penyediaan jasa.
  4. Promosi. Hampir seluruh aspek subsektor musik dalam ekonomi kreatif menyangkut upaya promosi. Dari upaya promosi sekolah musik hingga pementasan internasional yang bertautan dengan subsektor periklanan. Meski demikian dunia promosi kini tidak hanya berkaitan dengan subsektor periklanan, tapi juga dengan dunia media secara umum bahkan media sosial yang kini menggantungkan pendapatan mereka pada pemasangan iklan dan promosi.
  5. Distribusi. Distribusi musik tidak hanya terbatas pada bentukan distribusi rekaman yang dahulu sangat besar nilainya, tapi juga pada distribusi produk musik lain dalam berbagai media. Penerbitan dan distribusi penerbitan musik juga menjadi bagian dalam lingkup ini, termasuk dengan channel daring. Dengan berkembangnya saluran distribusi musik daring seperti Spotify dan bahkan Youtube, tentunya ruang distribusi musik kini semakin luas.
  6. Penjualan. Aspek penjualan sebagai titik transaksi musik kini bukanlah lagi persoalan transaksi jual beli rekaman musik di toko kaset/CD, namun juga termasuk aspek dunia penggalangan dana untuk seni musik sebagai proses jual beli nilai estetik. Selain itu, penjualan juga termasuk jual beli jasa penyediaan hiburan dan acara musik. Event organiser yang menyediakan jasa musik untuk acara tertentu termasuk dalam koridor ini, demikian juga dengan jual beli tiket pertunjukan.
  7. Pertunjukan Musik. Pertunjukan musik tidak hanya menyangkut transaksi tiket masuk, tapi juga menyangkut industri pertunjukan musik secara luas. Mulai dari penyediaan fasilitas, logistik hingga tata kelola panggung termasuk dalam lingkup pertunjukan musik ini. Alhasil dalam nomenklatur Badan Ekonomi Kreatif pertunjukan musik ini juga kemungkinan bersinggungan dengan seni pertunjukan secara umum. Bisnis Pertunjukan Musik tidak hanya mengenai pertunjukan musik terbuka tetapi juga berbagai kegiatan musik dalam lingkup tertutup yang dilaksanakan secara hidup, juga di gedung-gedung pertunjukan.

Demikianlah sejumput lingkup subsektor musik dalam ranah Bekraf. Apakah dunia Anda masuk dalam lingkup Bekraf? Mari berdiskusi…

 

Iklan
About mikebm (1301 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

1 Comment on Lingkup Subsektor Musik dalam Ekonomi Kreatif Indonesia

  1. andreasarianto // 24 Mei 2017 pukul 11:48 pm //

    Oiya, masih ada juga dunia industri alat musiknya nih Mike, produsen instrumen musik (juga peralatan pro audio) lokal (juga aplikasi musik maupun plug-ins nya) mulai bersaing dengan produsen2 luar, jadi bisa melingkupi para luthier, sound engineer, dan sebagainya yang ada di sub bidang ini. Kalo ngeliat rutinnya acara semacam NAMM di AS, sebenernya dunia yang satu ini pun juga menjadi salah satu pondasi penting bagi industri musik secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: