Kabar Terkini

Menilik Dedikasi Paduan Suara Mahasiswa Konservatori UPH


Kegiatan paduan suara adalah salah satu kegiatan wajib dalam dunia pendidikan musik, termasuk di Konservatori Musik Universitas Pelita Harapan. Sebagai sebuah ensembel besar selain orkestra, paduan suara sebagai bagian dari kurikulum memiliki tantangannya tersendiri. Bagi banyak mahasiswa musik, mata kuliah paduan suara, meskipun memberikan banyak manfaat dalam hal kemampuan bekerja sama, menggarap proyek musik besar bersama dan melatih banyak keterampilan bermusik, bukanlah mata kuliah yang selalu digemari. Hal ini lebih terasa bagi mereka yang tidak memiliki minat pada musik vokal. Memimpin sebuah paduan suara mahasiswa musik pun tidak menjadikan proses belajar-mengajar lebih mudah. Itulah sebabnya tidak banyak paduan suara perguruan tinggi musik yang mampu bersanding dengan dengan paduan suara universitas non musik kaliber atas yang mengaudisi setiap penyanyi dari talenta yang ada dan punya dedikasi waktu yang luar biasa. Konservatori Musik UPH pun menghadapi tantangan serupa sebagaimana penulis dapati di tahun 2014.

Namun, semalam siswa angkatan 2016 UPH membuktikan ada harapan lain dalam menjalankan kegiatan perkuliahan yang ditutup dengan sebuah penampilan konser setiap semesternya ini. Pergelaran semalam di D501 UPH Karawaci bertajuk Odyssey menunjukkan kecerdikan dosen vokal dan juga penanggung jawab paduan suara Konservatori angkatan 2016, Josephine Polim, dalam meramu pertunjukan untuk mahasiswa tingkat satu jurusan musik UPH ini yang menjelajah musik etnik Indonesia dan dunia. Pertunjukan semalam juga didukung oleh Voxcom Femme yang adalah ensembel vokal jazz & kontemporer wanita dari konservatori UPH dan UKM Bireun Seudati.

Dengan kematangan vokal yang terasa di setiap lini diikuti dengan dedikasi dan semangat yang terasa di setiap karya, penampilan mahasiswa angkatan 2016 ini telah menaikkan standar paduan suara konservatori musik UPH. Meski mayoritas berusia muda, terdengar suara-suara matang yang hangat menggenggam seluruh paduan suara, pun semua anggota pun terlibat aktif dalam membagikan musik dengan antuusias. Dengan vokal yang hangat dan tersebar merata, karakter paduan suara pun terlihat dengan jelas dan melingkupi seluruh ruang. Choral sound pun terbina dengan baik dan efektif. Anggota paduan suara pun terlihat menikmati pertunjukan mereka yang hidup dengan koreografi yang menarik perhatian. Pujian pun dilayangkan kepada solois soprano Clarissa Dewi Hartono dan tenor Marresto Henly Kodong yang menyajikan penampilan yang mengesankan di karya A.R. Rahman Balleilaka di babak kedua.

Sepuluh nomor dibawakan dengan sangat meyakinkan. Dibuka dengan Shenandoah dari Amerika yang tenang, paduan suara beranggotakan 70 orang ini melibas dua lagu tradisi Jepang Sohran Bushi dan Hotaru Koi, dua karya Filipina Dahil Sa Iyo dan Rosas Pandan sebelum beranjak ke karya Afrika Selatan The Lion Sleeps Tonight dan dua karya etnik Indonesia Wak Wak Gung dan Sigulempong. Pertunjukan pun ditutup dengan bergairah lewat lagu Belleilakka dari Tamil India dengan karya bernuansa Latin Ritmo yang menghadirkan ensembel perkusi mahasiswa yang dipimpin oleh Revie Pongoh dan mengajak seluruh penonton berdendang bersama.

Voxcom Femme yang dibimbing oleh dosen vokal kontemporer Sarita Wurangian menyanyikan dua karya Bottom of The River dan This is My Wish. Voxcom Femme yang beranggotakan mahasiswa vokal jazz & kontemporer berbagai angkatan dari Konservatori Musik UPH pun tampil dengan manis dan padu dalam agenda mereka untuk mempersiapkan keberangkatan mereka ke Bali di pertengahan tahun ini. Dengan berpegang pada prinsip koreografi pop yang lebih rumit, ensembel madya beranggotakan 12 orang ini memberikan warna yang berbeda dalam pergelaran semalam. Selain itu tim UKM Bireun Seudati yang adalah UKM universitas menyuguhkan pertunjukan tari saman asal Aceh yang unik, ramai, dan asyik sembari mempertahankan maqam Arab yang menyajikan nuansa berbeda.

Sebuah pertunjukan yang menawan telah mengundang decak kagum dan menetapkan sebuah standarbahwa paduan suara serba-serbi mahasiswa musik sungguh berpotensi menghantar seni berkualitas sekaligus menghibur, bukan hanya sekedar mata kuliah wajib semata. Konser semalam sukses mengukir senyum di antara hadirin, sebuah oleh-oleh manis yang menutup bulan Mei tahun ini.

Iklan
About mikebm (1304 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

2 Comments on Menilik Dedikasi Paduan Suara Mahasiswa Konservatori UPH

  1. I blog often and I trulү appreciate your content.
    The article has really peaked my interest. I
    ᴡill take a note of your weƅsite and keep checking for new details about ߋnce per week.
    I opted in for your Fеed as weⅼl.

  2. For most recent newѕ you have to pay a visit world-wide-web and on internet I foᥙnd this web page
    as a most excellent web page for latest updates.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: