Kabar Terkini

ISI Jogja Buka Pascasarjana Penyajian Musik


Di tahun 2017 ini, Institut Seni Indonesia Yogyakarta membuka program peminatan baru untuk program pascasarjana: Penyajian Musik, sebuah terobosan baru dalam dunia pendidikan di Indonesia dengan berbasis Practice-based research.

Program pascasarjan Pengkajian dan juga Penciptaan Seni telah banyak didapati di berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan telah ada selama beberapa dekade terakhir. Alhasil dalam ranah ilmunya, pendidikan pascasarjana seni musik pun umumnya berpatok pada Pengkajian, Penciptaan, Pendidikan dan Manajemen Seni dan mengabaikan aspek Penyajian yang sebenarnya sentral dalam praktik berkesenian. Akhirnya, para penampil di Indonesia umumnya memilih untuk meneruskan pendidikan di keempat bidang tersebut.

Hadirnya Penyajian Musik sebagai program pascasarjana berarti membuka wacana keilmuan baru yang sebenarnya telah cukup marak di Eropa dan Amerika selama sekitar empat dekade terakhir yang mengarahkan pendidikan pascasarjananya ke arah praktek, dan menjadikan pendidikan yang sebelumnya tergolong vokasi di konservatori sebagai salah satu jalur akademik yang sah lewat penelitan berbasis praktik atau practice-based research dan keilmuan yang setara dengan pendidikan di universitas. 

Practice-based Research is an original investigation undertaken in order to gain new knowledge partly by means of practice and the outcomes of that practice. … Practice-based doctoral submissions must include a substantial contextualisation of the

creative work. This critical appraisal or analysis not only clarifies the basis of the claim for the originality and location of the original work, it also provides the basis for a judgement as to whether general scholarly requirements are met. ~creativityandcognition.com

Meski demikian, beberapa institusi pendidikan mencoba secara gamblang membangun metodologi yang sesuai untuk practice-based research ini dan memang masih terjadi perdebatan di kalangan akademisi dunia.

The critical difference is that practice-based research aims to generate culturally novel apprehensions that are not just novel to the creator or individual observers of an artefact; and it is this that distinguishes the researcher from the practitioner (Scrivener, 2002). ~creativityandcognition.com

Untuk menerapkan ini tentunya dibutuhkan disiplin akademik yang sangat ketat agar memastikan bahwa riset yang dibangun lewat praktik bermusik tidak hanya sekedar praktik riset keseharian seorang seniman belaka, namun sungguh mampu memperkaya khasanah akademis dan keilmuan baru tentang pratik kesenian tersebut. Di sisi lain, predikat yang disematkan untuk tamatan doktoral pun juga dibedakan untuk kedua pendekatan penelitian yang menjelaskan arahan penggarapan mereka: Doctor of Musical Arts (atau DMA untuk practice-based research – penyajian) dan Doctor of Philosophy (PhD untuk pure research – pengkajian). Praktik pembedaan titel doktoral ini memang belum didapati di Indonesia.

Semua inilah yang kemudian harus menjadi tantangan utama ISI Jogja dalam mempraktikkan standar akademik yang sungguh bermutu untuk kemajuan pendidikan Indonesia dan posisi akademik Indonesia di dunia yang memang telah mempraktikkan ‘penggabungan antara pendidikan konservatori dan universitas’ (Schippers, 2007). Tentunya ini adalah sebuah terobosan baru yang patut untuk diacungi jempol untuk pendidikan tinggi musik di perguruan tinggi Indonesia. ISI pun memulai dengan studi gitar dan cello untuk program baru ini. Namun, inisiatif ini juga menjadi pekerjaan rumah dalam membentuk sebuah fokus disiplin ilmu tersendiri lengkap dengan metodologi pengajaran dan penelitian yang harus terus dibangun dengan benar agar sesuai dengan kaidah akademis yang diakui dunia dan juga tidak mengkhianati praktik berkesenian secara kreatif.

Iklan
About mikebm (1247 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: