Kabar Terkini

Focal Dystonia, Gangguan Neurologis pada Musisi


~oleh Leandro Christian

Leon Fleisher, seorang pianis asal Amerika Serikat yang sangat dikenal pada tahun 50-an, berhenti dari karirnya sebagai pianis pada tahun 60-an. Lalu dia beralih menjadi dirigen dan guru, serta memainkan karya-karya piano hanya untuk tangan kiri. Leon pun diketahui mempunyai jari manis dan kelingking tangan kanan yang selalu melipat, yang membuat dia harus berhenti menggunakan tangan kanannya untuk bermain piano. Kondisi itu pun secara medis pada saat itu belum dikenal. Baru pada tahun 90-an ilmu kedokteran memberi nama pada kondisi yang dialaminya, yaitu focal dystonia.

Apakah sebenarnya focal dystonia itu? Focal dystonia adalah gangguan neurologis yang mempengaruhi otot-otot tertentu pada bagian tubuh tertentu, yang menyebabkan terjadinya gerakan-gerakan yang tidak terkontrol atau postur yang tidak normal. Penyebab focal dystonia masih belum diketahui, tetapi cenderung dialami oleh orang-orang yang :

  1. Mengubah teknik teknik bermain secara signifikan
  2. Mendapat banyak tekanan pada saat latihan (stress & anxiety)
  3. Mempunyai sejarah keluarga dengan masalah pada gerakan motorik
  4. Kembali bermain instrumen setelah lama berhenti.

Menurut statistik, focal dystonia terjadi pada 1-2% dari musisi profesional, dan dari jumlah ini, lebih dari 80% terjadi pada pemain musik klasik, terutama pemain gitar, piano dan flute. Pada pemain gitar dan piano gejala pada umumnya terjadi dengan melipatnya satu atau lebih jari pada tangan kanan. Sedangkan pada pemain flute bisa terjadi pada bibir. Tidak tertutup kemungkinan juga focal dystonia terjadi pada pemain instrument gesek dan lain-lain.

The Dystonia Medical Research Foundation menyatakan bahwa sampai sekarang belum ada obat untuk focal dystonia. Tetapi, ada banyak institusi-institusi dan orang-orang yang menawarkan metode penyembuhan dari focal dystonia. Metode-metode ini semua menghasilkan hasil yang berbeda-beda, dan banyak yang masih dalam percobaan. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:

1. Injeksi Botulinum Toxin (Botox)

Botox dapat menghilangkan kontraksi otot yang disebabkan oleh focal dystonia, sehingga bagian tubuh yang terpengaruh dapat kembali bebas bergerak. Hanya saja efek Botox bertahan sekitar dua sampai tiga bulan, sehingga injeksi musti dilakukan secara reguler. Leon Fleisher pun diketahui telah menggunakan metode ini sejak tahun 90-an sehingga dia bisa kembali bermain piano dengan dua tangan. Tetapi dia sendiri mengakui bahwa dengan injeksi botox pun masih ada gerakan-gerakan tertentu yang tidak bisa ia lakukan.

2. Direct Current Stimulation

Metode ini merupakan metode percobaan yang dilakukan di Institut für Musikphysiologie und Musiker-Medizin (Institute of Musik Physiology and Musicians‘ Medicine) di Hannover, Jerman yang berfokus pada pianis saja. Metode pengobatan ini dilakukan selama tiga hari. Beberapa elektroda ditempelkan pada kepala pianis, lalu mereka harus memainkan piano (tangga nada) pada kedua tangan sambil berusaha meng-copy postur tangan yang normal ke tangan yang tidak normal selagi arus listrik dinyalakan (tentunya dalam jumlah kecil dan tidak berbahaya). Hasil dari metode ini pun masih 50:50.

3. Sensory Re-training

Metode ini sangat beragam, karena dilakukan oleh banyak orang yang kebanyakan merupakan mantan penderita focal dystonia yang berhasil menyembuhkan dirinya sendiri. Opini terhadap metode-metode ini juga berbeda-beda dan mereka pun saling meminjam ide satu sama lain. Banyak pandangan yang skeptis juga antara satu praktisi dengan yang lain. Tingkat kesuksesannya pun tidak terdata secara statistik, sehingga sangat susah untuk diukur. Inti dari metode ini adalah melatih ulang cara bermain alat musik melalui metode-metode latihan yang diberikan. Contoh praktisi metode ini adalah Jon Gorrie (Swedia), Joaquin Fabra (Spanyol) dan Laurent Boullet (Jerman).

Istilah focal dystonia yang baru dikenal sejak tahun 90-an ini sebenarnya bukanlah fenomena baru. Penyakit ini pun sudah ada dari era-era sebelumnya. Contohnya Glenn Gould (1932-1982). Dari buku hariannya dan filmnya diasumsikan bahwa sejak tahun 1977 dia menderita focal dystonia. Sedangkan contoh lain adalah Robert Schumann (1810-1856) komposer musik Romantik yang pada usia 20-an berhenti bermain piano. Banyak kisah tentang penyebab dia berhenti bermain piano, hanya saja dari riset terbaru oleh Profesor Eckart Altenmüller, dilihat dari diary dan surat-suratnya, Schumann merupakan penderita focal dystonia.

Kisah Leon Fleisher mungkin merupakan kisah focal dystonia yang paling dikenal saat ini. Tetapi musti kita ingat bahwa ada banyak musisi yang mengalami hal yang sama dan banyak dari antara mereka tertutup dengan masalahnya. Terutama karena gejala focal dystonia yang tidak memberikan rasa nyeri sedikitpun, sehingga kebanyakan orang tidak tahu dan berpikir bahwa mereka kurang latihan, sehingga teknik bermain mereka memburuk. Lalu mereka berlatih lebih, hanya saja hasilnya malah bertambah buruk, sehingga beban psikologisnya akan menjadi sangat besar, karena mereka merasa malu. Ada juga stigma bahwa focal dystonia tidak dapat disembuhkan. Ini juga menyebabkan beban mental yang besar untuk para musisi yang sudah terdiagnosa, karena bukan saja mereka merasa kehilangan kemampuan untuk bermain musik, tetapi juga kehilangan identitas diri.

Sangatlah penting bagi para musisi untuk mengetahui penyakit ini, karena sesekali kita dengar cerita tentang orang yang dulunya jago bermain musik, tetapi kemudian berhenti karena masalah pada permainannya. Besar kemungkinan itu adalah focal dystonia. Perlu diketahui bahwa pada saat ini sudah ada banyak macam treatments, tentunya dengan hasil yang berbeda-beda, tetapi kebanyakan para penderita bisa pulih dan kembali bermain musik.
sumber foto : http://www.musicianshealthcollective.com/blog/2015/4/22/resources-and-support-for-focal-dystonia

~Leandro Christian adalah seorang pianis Indonesia lulusan Queensland Conservatory of Music yang kini meneruskan pendidikan pascasarjana di Kalaidos Musichochschule, Swiss dan sekarang tengah menjalani terapi pemulihan dari focal dystonia di Hannover.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: