Kabar Terkini

Pentingnya Edukasi Musik Klasik Bagi Perkembangan Anak


~ oleh Ria Thania

Edukasi musik klasik semakin berkembang dan diminati oleh masyarakat Indonesia. Perkembangan edukasi musik klasik didukung dengan sekolah musik yang terus bertambah dan lahirnya bakat-bakat baru yang mengharumkan nama bangsa. Jika dulu masyarakat kurang mengapresiasi musik klasik, sekarang antusias masyarakat terhadap musik klasik telah berkembang pesat. Hal ini ditandai dengan semakin bertambahnya konser musik klasik yang digelar dan banyaknya masyarakat yang menghadiri konser klasik tersebut. Masyarakat pun turut memberikan respon positif terhadap pergelaran musik klasik melalui ulasan dan artikel. Dapat dilihat bahwa musik klasik semakin digemari dalam kalangan masyarakat Indonesia.

Dengan berkembangnya edukasi musik klasik di Indonesia, minat orang tua untuk memberikan kursus musik pada anaknya pun semakin besar. Orang tua percaya bahwa edukasi musik klasik dapat meningkatkan intelektual anaknya, padahal edukasi musik klasik juga bermanfaat bagi pengembangan individu dan membentuk kepribadian anak terhadap lingkungannya nanti. Musik klasik dapat meningkatkan intelektual melalui tiga aspek. Pertama, musik klasik dapat menyeimbangkan fungsi otak kanan dan kiri seseorang.[1] Dalam musik klasik, selain menggunakan otak kanannya untuk seni, maka otak kirinya juga akan digunakan dalam menganalisa lembar musik, menghitung ritme dan menjaga kestabilan tempo. Kedua, terbentuknya kreatifitas anak melalui perkembangan otak kanan serta meningkatkan kemampuan berbahasa melalui perkembangan otak kiri.[2] Ketiga, musik klasik merupakan sarana pembelajaran yang dapat meningkatkan konsentrasi dan diklaim mempermudah penyerapan informasi saat belajar.[3] Kecerdasan intelektual yang ditingkatkan melalui edukasi musik klasik mencakup banyak aspek, baik dalam aspek pelajaran, maupun kecerdasan emosional.

Pengembangan individu dan kepribadian anak terhadap lingkungan juga manfaat yang tidak kalah penting dalam edukasi musik klasik. Pengembangan individu melalui musik terbentuk dalam tiga aspek. Pertama, anak dapat lebih mengekspresikan dirinya melalui permainan musik klasiknya. Kedua, memainkan dan mendengarkan musik klasik dengan tempo lambat dapat mengurangi hormon stress.[4] Ketiga, dengan belajar musik klasik, anak dapat mengembangkan potensi yang mereka miliki dalam musik. Potensi yang dikembangkan nantinya dapat melahirkan musisi-musisi baru yang berkualitas.

Edukasi musik klasik bermanfaat dalam membentuk kepribadian anak terhadap lingkungan sekitarnya, yaitu dapat bersosialisasi dan menjadi pribadi yang disiplin. Anak nantinya belajar berkolaborasi bersama orang-orang baru yang secara tidak langsung dapat membentuk kemampuan untuk bersosialisasi dan kerjasama tim. Pribadi yang disiplin juga akan terbentuk dalam dalam diri anak melalui latihan rutin dengan alat musik kepunyaannya. Anak cenderung akan meluangkan waktu untuk berlatih dan menetapkan target yang ingin diperoleh setiap berlatih. Ketika mendapatkan pekerjaan musik bersama orang lain, karakter disiplin akan dinilai sebagai kualitas baik dari anak.

Perlu diperhatikan bahwa dalam memberikan edukasi musik klasik kepada anak, penting untuk mempertimbangkan pemilihan alat musik dan memilih guru yang tepat. Memilih guru yang tepat merupakan salah satu faktor penting karena guru juga turut berperan dalam membangun rasa suka anak terhadap musik klasik. Kecintaan anak terhadap musik klasik merupakan faktor yang mendorong anak mendapatkan manfaat edukasi musik klasik di atas secara maksimal. Tanpa kemauan dari dalam diri anak untuk mempelajari musik klasik, maka anak akan sulit untuk mendapatkan manfaat tersebut. Kecintaan dan potensi anak terhadap musik klasik diharapkan membentuk mereka sebagai penerus bangsa yang memiliki intelektual maupun karakter yang baik serta turut melanjutkan perkembangan musik klasik di Indonesia.

[1] Tuck, Janice. “How Does Music Stimulate Left and Right Brain Function? Why is this Important??.” Fun Music Company.  The Fun Music Company, 16 Mei 2012. Web. 2 Juni 2017.

[2] Ibid.

[3] Engel, Allison. “Studying for finals? Let classical music help.” USC News. USC University Communications , 5 Desember 2014. Web. 2 Juni 2017.

[4] Collingwood, Jane. “The Power of Music To Reduce Stress.”  Psych Central. N.p., 17 Mei 2016. Web. 2 Juni 2017.

~ Ria Thania adalah mahasiswa jurusan musik yang kini menimba ilmu di Conservatory of Music Universitas Pelita Harapan semester 3. Tulisan ini adalah bagian dari tugas kelas Bibliografi Musik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: