Kabar Terkini

Catatan Anggota Paduan Suara: Kilas Tur 7 Kota


~ oleh Sarah Charista

Konser keliling bukanlah hal yang baru bagi paduan suara yang sudah berumur 30 tahun ini. Jakarta Oratorio Society (JOS) telah berkeliling ke Surabaya, Malang, Bandung bahkan sampai ke negara Singapore, Malaysia, Hongkong dan Taiwan pada tahun 1994 dan 2002. Tapi konser kali ini berbeda dari tur yang dahulu kala. Berkeliling tujuh kota setiap harinya, bernyanyi dalam aula besar, dan bersama orkestra. (Apakah kami mampu bertahan hingga kota yang ketujuh?) Vitamin dengan berbagai warna telah dibawa sebagai ‘dopping’ supaya kesehatan tidak drop. Membayangkan betapa capainya naik turun pesawat, naik turun bus, ke hotel, gerek serta nge-pack koper, dan harus berdiri bernyanyi full voice sepanjang satu oratorio merupakan suatu pengalaman yang tak terlupakan. Rasa lelah yang dialami kemudian sirna ketika kami melihat visi kebangunan musik klasik yang diperjuangkan di Indonesia.

Sekilas Konser

Konser ini dicetuskan oleh Pdt. Dr. Stephen Tong yang adalah pendiri Aula Simfonia Jakarta. Beliau rindu adanya kebangkitan musik klasik di Indonesia (yang mungkin masih dipandang sebelah mata oleh pemerintah Indonesia). Konser self-funding ini diadakan dari tanggal 9-15 Juli dengan membawa 156 orang berkeliling di kota-kota sekitar pulau Jawa dan Bali, yaitu Semarang – Surabaya – Malang – Denpasar – Solo – Jogja – Bandung. Di antara kota tersebut, kota-kota seperti Surabaya, Jogja dan Bandung merupakan kota yang telah memproduksi musisi-musisi Indonesia (termasuk anggota JSO sendiri). Akan tetapi, kota-kota lainnya mungkin….. merupakan kali pertama bisa menonton konser full orkestra beserta kelompok paduan suara yang besar secara langsung di kota mereka.

Konser disambut hangat dengan wejangan dari Pdt. Dr. Stephen Tong selaku pengaba dan penggagas utama dari grand concert tour ini. Beliau memberikan edukasi dengan tegas bagaimana mengikuti sebuah konser musik klasik; seperti harus berpakaian rapih, tidak boleh jalan-jalan, tidak boleh ngobrol maupun batuk selama konser berlangsung. Beliau juga memberikan pendahuluan singkat pada setiap awal lagu.

Konser ini dibagi menjadi dua bagian dengan tanpa istirahat di antaranya. Program bagian pertama adalah musik instrumental yang dimainkan oleh Jakarta Simfonia Orchestra (JSO) dan pada bagian kedua, JSO bergabung bersama paduan suara gabungan JOS. Pada bagian pertama mereka memainkan 6 karya, dimulai dengan lagu dari Franz von Suppe yaitu Light Calvary Overture. Dilanjutkan dengan Marriage of Figaro Overture karya dari W.A. Mozart, lalu dari Emile Waldteufel dengan lagu dansanya Skater’s Waltz. Selain itu, lagu dansa dari karya terkenal Johann Strauss Jr yang berjudul Voice of Spring juga tidak luput untuk dipentaskan. Program kemudian dilanjutkan dengan musik yang lebih serius, seperti Egmont Overture dari L.V. Beethoven dan diakhiri dengan lagu Finlandia dari Jean Sibelius. Karya ini sangat familiar pada bagian tengahnya karena alunan melodinya telah dipakai dalam karya himne berjudul Be Still My Soul. Bagian ini kemudian diakhiri dengan permainan biola solo dari seorang pebiola berusia 15 tahun, Sarah Faith Oei, yang memainkan lagu Czardas karya Vittorio Monti tanpa iringan piano.

Pada bagian kedua, paduan suara bersama orkestra ditemani dengan 6 solis yang bergantian setiap kotanya, menyanyikan secara lengkap karya Mendelssohn Lobgesang (tanpa bagian overture) selama kira-kira 35 menit. Solis soprano adalah Cecilia Yap dari Malaysia, Evelyn Karunia, Ardelia Vinta dan Lingkan Mangundap. Solois Tenor adalah I Nyoman dengan solois Baritone, Samuel Lim.  Paduan suara gabungan JOS ini terdiri dari berbagai kalangan umur. Yang paling kecil adalah berumur 13 tahun sampai yang paling tua, berumur 82 tahun, dikenal sebagai oma Tina. Oma Tina sudah mengikut JOS selama 30 tahun lamanya (sejak JOS didirikan oleh Pdt. Dr. Stephen Tong). Seluruh konser diakhiri dengan karya Hallelujah Chorus dari Oratorio Messiah yang dibuat oleh Handel.

Tantangan yang dihadapi para paduan suara

Ruangan yang dipakai untuk konser di kota-kota tersebut umumnya merupakan ruang pesta pernikahan atau conference hall sehingga tidak memiliki akustik yang mendukung untuk musik klasik. Tidak hanya itu, AC yang ada juga berbagai macam ”gayanya”, ada yang terlalu panas, ada yang terlalu kering sehingga ketika bernapas, tenggorokan cepat kering. Ada juga AC yang selalu menyemprot dari belakang sehingga sangat mempengaruhi kondisi tubuh para penyanyi ini. Saya sendiri baru menyusul di hari kedua (di kota Surabaya) dan telah mendapat kabar bahwa beberapa anggota paduan suara sudah mulai merasa serak dan sudah tidak kondusif untuk bernyanyi. Eunice Tong Holden sebagai choir director kami selama di GCT 2017 mengusulkan untuk makan bawang putih dicampur dengan madu. Ramuan ajaib sangat efektif untuk melegakan tenggorokan sehingga dimakan selama tur berlangsung (dan tidak lepas dari mulut bau bawang). Selain itu, kami juga ada disediakan Luohanguo (minuman dari buah, warnanya coklat gelap) dan juga berbagai jenis penyajian jahe (wedang, sekoteng, STMJ – susu telor madu jahe di warung sekitar hotel). Lepas dari itu, semua pemain termotivasi ketika melihat ruangan berkapasitas sekitar 2000-3000 orang yang selalu penuh sesak (bahkan sampai ada yang berdiri) dan terdiri dari beragam macam orang tanpa melihat suku, ras maupun agama.

Ketika kami flashback kembali apa yang terjadi pada minggu itu, sangatlah mengucap syukur karena terlepas dari rasa lelah dan stamina naik turun semua crew yang ikut, konser tetap berjalan lancar dan ribuan penonton menyaksikan pertunjukan ini. Semoga konser ini dapat memicu ketertarikan terhadap musik klasik di masa yang akan datang.

~ Sarah Charista adalah lulusan jurusan musik Universitas Pelita Harapan yang memiliki minat khusus pada paduan suara dan direksi musik. Saat ini aktif berpaduan suara, salah satunya di Jakarta Oratorio Society.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: