Kabar Terkini

Duo Klarinet & Piano Danang dan Ugnė


Rabu malam ini, Universitas Pelita Harapan kedatangan pianis muda yang kini menetap di Jerman, Danang Dirhamsyah dan klarinetis Ugnė Varanauskaitė. Danang yang juga adalah alumni konservatori musik UPH bermain di hadapan mahasiswa dan juga staf pengajar dari kampus bersama dengan klarinetis Ugnė Varanauskaitė asal Lithuania berusia 20 tahun yang bersama menimba ilmu di Lübeck Academy of Music.

Hadir sebagai duet, Danang dan Ugnė membuka pertunjukan dengan sajian Sonata for Clarinet and Piano, Op.167 karya Camille Saint-Saëns. Ditulis menjelang akhir hayatnya, karya ini menjadi penanda kehadiran komponis Prancis ini yang tetap berpegang teguh pada gaya romantik Prancis di kala dunia komposisi bergeliat pasti memasuki gaya baru di abad 20. Karya empat bagian ini menghadirkan Saint-Saëns yang berpegang pada warna dan ekspresi serta interaksi musikal yang romantik, yang dibawakan dengan merdu oleh pasangan duet ini. Danang dengan sigap membangun suasana dengan denting piano dan Ugnė dengan piawai bernyanyi dengan lantunan alat musik tiup kayunya yang hangat sekaligus lugas.

Berikutnya giliran Danang yang tampil solo memainkan karya seminal dalam musik piano, Piano Sonata dalam A Mayor, Op.110 dari Ludwig van Beethoven. Salah satu dari rangkaian tiga sonata penuh makna dari komponis besar ini hadir dengan sentuhan yang unik dengan menghadirkan sentuhan historis. Di satu sisi, permainannya sangat hidup, namun juga mengandalkan palet warna yang lain sehingga mampu menghadirkan permainan yang cenderung higienis dan terkontrol. Upaya pendekatan historis yang disampaikan Danang menjadi satu alternatif pendekatan karya masa-masa akhir Beethoven yang selalu menjadi bahan perdebatan dan silang wacana di kalangan para ahli. Danang sendiri kemudian juga menunjukkan kedalamannya dalam menggarap karya melodramatik dari Johannes Brahms. Empat nomor Ballad Opus 10 dibabatnya habis malam itu.

Setelah jeda, giliran Ugnė yang tampil solo dengan menghadirkan 3 miniatur dari Igor Stravinsky untuk solo klarinet. Permainannya yang jernih dengan musikalitas yang mengalir luwes menjadi tontonan unik tersendiri. Fleksibilitas suara klarinet juga dengan piawai ia kuasai untuk membangun beragam nuansa. Dari suara rendah yang mendengung ramah hingga suara tinggi yang menghentak, kesemuanya mampu membangun imajinasi dari penonton. Kehadirannya di atas panggung pun sedemikian hidup dan mampu menjadi magnet bagi mata penonton yang memadati auditorium semalam.

Pergelaran semalam ditutup dengan permainan duo piano dan klarinet Dance Preludes for Clarinet and Piano karya Witold Lutoslawski. Ditulis di tahun 1955, karya ini dikatakan komponisnya sebagai ungkapan perpisahan pada musik rakyat Polandia yang selama bertahun-tahun menjadi inspirasinya. Terbagi atas empat bagian, permainan yang melonjak dan asimetris menimbulkan kesan pincang sekaligus permainan kreativitas modern. Lutaslawski tidak lagi ingin sekedar mengikuti pakem namun berani untuk melakukakan dekonstruksi atas konsep beragam tarian Polandia yang umumnya bersifat rancak dan ritmis. Permainan piano Danang yang kokoh sekaligus peka menjadi dasar yang stabil untuk kelincahan permainan klarinet Ugnė, untuk kemudan menutup konser yang berdurasi sekitar 100 menit semalam.

Kepulangan Danang ke Indonesia membawa oleh-oleh musik bagi almamaternya adalah sebuah hadiah tersendiri bagi para musisi muda mahasiswa UPH. Mungkin dalam sosoknya, mimpi mahasiswa ini mendapat jawab untuk terus berjuang di dunia musik yang mereka jalani, sebuah persembahan bermakna bagi sekitarnya.

Iklan
About mikebm (1281 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: