Kabar Terkini

Overture dan Fantasy bersama Amadeus


~oleh Hansen Wiguna

Kamis malam 24 Agustus 2017 di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail menjadi saksi sejarah selebrasi 25 tahun dari Sekolah Musik Amadeus yang didirikan oleh Grace Soedargo. Di bawah pengaba muda Lilian Octavia Lenggono, Amadeus Symphony Orchestra membawakan karya-karya overture dan fantasy yang ternama. Ditambah kehadiran 2 solois muda berbakat, flutis Emma Louise Hochschild dan violinis Clara Soedargo yang turut melengkapi pagelaran Kamis.

Babak pertama pagelaran menampilkan Egmont Overture karya Beethoven. Karya yang begitu patriotik yang mengekspresikan perhatian Beethoven tentang politik tentang pengorbanan heroik mampu dibawakan Amadeus Symphony Orchestra dengan begitu kuat dan terkontrol. Tegas serta dramatikal dari overture ini begitu terasa. Nampak kerapian dari seksi gesek yang mampu menghasilkan suara yang matang.

Lagu kedua yang dibawakan adalah Fantasy on Gounod’s Faust yang ditulis oleh Pablo de Sarasate dengan Clara Soedargo sebagai solois, dimana karya ini juga Sarasate gubah untuk biola dan piano saja. Opera Faust dari Gounod yang begitu terkenal menceritakan seorang terpelajar yang menjual jiwanya kepada setan untuk mendapatkan pengetahuan dan kesenangan duniawi. Mahasiswi tahun terakhir dari University of Music and Theatre “Felix Mendelssohn Bartholdy” di Leipzig ini mampu memberikan suguhan yang piawai melalui penampilan perdananya dengan Amadeus Symphony Orchestra. Kelincahan jari serta teknik yang sulit mampu diatasi. Seiring dengan berjalannya waktu tentunya akan menambah kematangan permainan dari darah muda Indonesia ini.

Babak kedua konser dibuka dengan Hebrides Overture karya Felix Mendelssohn. Karya yang digubah Mendelssohn melalui inspirasi yang timbul atas keindahan alam Skotlandia di Pulau Staffa dengan Gua Fingal-nya yang terkenal. Dengan musik yang tertata baik melalui sentuhan pengaba Lilian. Program selanjutnya adalah Fantasy Themes from Bizet’s Carmen karya Francois Borne yang menampilkan wanita muda berbakat kelahiran Leipzig, Jerman, Emma Louise Hochschild. Melodi tema yang terkenal beserta variasinya yang sulit mampu menunjukkan kapasitas flutis muda ini dalam memainkan fantasi yang digubah Borne ini. Baik teknik serta musik yang dibawakan begitu matang dan berbobot dengan artikulasi dan interpretasi yang begitu indah dengan orkestra yang mencoba mengimbangi, yang ditunjukkan oleh mahasiswi yang meraih beasiswa di Guildhall School of Music and Drama di London ini.

Selebrasi 25 tahun ini ditutup dengan The Barber of Seville Overture karya Gioachino Antonio Rossini dimana sekali lagi ketegasan serta musik yang kuat dibawakan oleh Amadeus Symphony Orchestra, dengan sesi gesek yang energik serta musikal yang dipimpin langsung oleh Grace Soedargo sebagai concertmistress. Konser ditutup dengan encore dari Glinka, Overture from Ruslan and Ludmilla yang menggiring tepuk tangan penonton yang besar untuk menutup suguhan kamis malam di Usmar Ismail.

~Hansen Wiguna adalah pianis dan aktivis paduan suara yang kini bermukim di Jakarta. Belajar musik Sekolah Musicorum, Hansen juga aktif sebagai pianis kolaboratif bagi PSM Universitas Padjajaran di mana ia menyelesaikan pendidikan S1-nya.

Amadeus Overtures Fantasies

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: