Kabar Terkini

Pajak untuk Seniman: Belajar dari Tere Liye


Setelah keramaian atas protes pajak dari penulis buku Tere Liye, Direktorat Jenderal Pajak pun kemudian memberlakukan sosialisasi yang lebih menyeluruh untuk bentuk perpotongan pajak bagi pekerja kreatif.

Perpotongan pajak bagi pekerja kreatif ini memungkinkan pekerja kreatif untuk melihat penghasilannya (fee dan royalti) bukan sebagai penghasilan bersih, melainkan penghasilan kotor yang dapat dikenakan aturan norma, yang menganggap penghasilan tersebut 50% darinya adalah modal untuk menghasilkan produk kreatif yang diinginkan sehingga tidak dikenakan pajak.

Untuk lengkapnya, Dirjen Pajak dan Menteri Keuangan Sri Mulyadi langsung tanggap dengan kasus Tere Liye dan dengan segera menangkap persoalan ini sebagai permasalahan sosialisasi yang rendah. Berikut adalah sedikit contoh perhitungan yang bisa dijadikan pelajaran mengenai mekanisme pajak ini:


pajak seniman

 

Nyatanya seni pun kini sudah mulai dianggap sebagai sebuah sektor tersendiri yang diperhatikan keuangannya oleh pemerintah, bukti bahwa ekonomi kreatif dan kebijakannya bukan hanya sekedar isapan jempol belaka. Sekarang tinggal bagaimana pekerja kreatif menanggapi kebijakan ini? Akankah seniman dan pekerja seni akan lebih terang-terangan sehingga menjadi sektor yang jelas dan lucrative di mata pemerintah?

Dan betulkah seniman pintar taat pajak?

Iklan
About mikebm (1289 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: