Kabar Terkini

Dianggap ‘Mengganggu Penumpang’, Cello Dilarang Masuk KRL


Pemain cello muda, Maria Shanti dilarang masuk KRL oleh petugas karena cello yang dibawanya. Bersama Fajri, Shanti yang hendak pulang Serpong hendak menaiki KRL dari Stasiun Sudirman dan dilarang masuk karena instrumen musik yang dibawanya di hari Minggu tanggal 15 Oktober ini karena ‘alasan mengganggu penumpang’ lain.

Mengapa cello diributkan? Dan bagaimanakah hak musisi yang hendak mempertahankan penghidupannya dan hak mobilitasnya? Dan apakah benar keberadaan instrumen yang dipanggul itu mengganggu orang lain? Perlukah ada perbaikan aturan dari KRL Commuter Line?

Berikut kisah lengkapnya seturut yang disampaikan Fajri yang menemani Shanti:

Gua coba reka ulang, semoga bisa membantu. Garis besar cerita ini sebenernya kami lagi “shit happens” aja, karena lagi ada petugas yang agak menjunjung tinggi peraturan.

Jadi ceritanya kami (gua dan Shanti) pengen pulang dari GI. Maka kami putuskan untuk pulang pakai kereta, alasananya ya jelas lah karena murah dan cepet. Kondisinya saat itu gua menggendong cello Shanti yg pakai case model ransel. Nah pas mau masuk ke St. Sudirman, pas gua udah tap in dan mau turun tangga ke peron arah Tn. Abang tiba-tiba gua dipanggil sama petugas yang sebelumnya udah ngelihat gua tapi baik-baik aja. Rupanya ada yang kasih perintah petugas itu dari salah satu ruangan, pas gua lihat orangnya gua bisa memperkirakan dia mungkin semacam staff yang posisinya lebih tinggi lagi control situasi stasiun tsb. Alhasil gua diminta utk cek ukuran cello. Pas dicek, kondisi lebar dan luas masih dalam ukuran aman, tapi tingginya rupanya agak kelewat CUMA SEKITAR 7CM. Langsung lah akhirnya ada sedikit debat, dia minta kami untuk keluar dari stasiun dan cari transportasi lain. Gua udah jelasin bahwa udah seringkali cello ini udah keluar masuk stasiun commuter manapun, tapi mereka ga mau terima dengan alasan alat ini terlalu besar untuk masuk KRL dan bisa mengganggu penumpang lain. Gua juga menambahkan alasan, bahwa gua juga ga akan naik kereta yang penuh karena sadar diri dan juga ga mau dapat kejadian yang ga diinginkan sama instumen ini.

Ditambah kondisi udah capek karena mau pulang untuk istirahat, gua agak mohon untuk dijinin supaya bisa pulang dan janji ga akan masuk kereta dengan instrumen lagi (biar bisa cepet pulang). Alhasil berujung percuma, karena mereka bilang kalau diijinkan nanti mereka akan kena laporan yang buruk dari atasan.

Ya sudah.. karena kondisi udah ga oke akhirnya kami mutuskan keluar dari St. Sudirman (pake marah-marah dikit biar sedikit keluar uneg-unegnya).

Setelah keluar dan nenangin diri. Akhirnya tercetus ide untuk coba pesen Ub*r, ini tujuannya bukan langsung ke asrama STIKMI tempat Shanti tinggal selama akademi. Tapi kami mau coba naik KRL dari stasiun lain yang kami rasa pengawasannya ga begitu ketat (nama stasiun sengaja dirahasiakan demi keamanan para musisi lain ke depannya). Alasan kami tetap kekeuh untuk naik KRL adalah, kalau pake transportasi lain akan terkena biaya yang mahal dan macet pastinya. STIKMI sendiri lokasinya di BSD, kira-kira cukup membantu gambaran kalau naik Ub*r dari GI berapa jauh jaraknya, situasinya serta total biaya yang diperlukan. Untuk seorang mahasiswi sama freelance mana kuat hehe.

Dan Puji Syukur kepada Tuhan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami berhasil masuk stasiun selain St. Sudirman tersebut tanpa ada masalah. Dan Shanti beserta cello-nya juga aman keluar stasiun yang dituju.

Cerita ini gua buat setelah memastikan Shanti dan cello-nya sudah aman keluar dari stasiun yang paling dekat lokasinya dari STIKMI. Sekian.

Semoga cerita ini cukup membantu gambaran lu ya Mike, dan mohon bantuan beritanya supaya musisi-musisi lain ga kena “shit happens” macam kami. Salam.

Iklan
About mikebm (1302 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: