Kabar Terkini

Ananda Sukarlan, Anies Baswedan dan Anugerah


Penolakan pianis-komponis Ananda Sukarlan atas kehadiran dan pidato gubernus Anies Baswedan saat perayaan ulang tahun sekolah ternama Jakarta, Kolese Kanisius, ke-90 mendapat pro dan kontra di masyarakat.

Ananda Sukarlan yang adalah salah seorang penerima anugerah dari panitia ulangtahun sekolah sebagai alumni Kanisius berprestasi di bidang seni, bersama dengan beberapa alumni lain melakukan walk out pada saat Anies Baswedan yang diundang sebagai gubernur DKI memberikan sambutan. Ananda Sukarlan yang kemudian kembali setelah Anies meninggalkan ruang dan menyelesaikan pidato, pada saat menerima penghargaan menyatakan bahwa ia menolak kehadiran Anies bukan karena perbedaan pandangan politik namun lebih karena Anies sebagai pribadi dalam berpraktik politik telah berlawanan dengan prinsip Kanisian yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman.

Anies Baswedan sendiri hadir dalam kapasitasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta dan diundang oleh pihak yayasan sekolah yang dikelola oleh komunitas Jesuit dari kaum paderi Katolik. Ananda Sukarlan meskipun menyangkal telah melakukan manuver politik, sebenarnya telah melakukan langkah sikap politis dalam menyikapi kedatangan seorang Anies Baswedan dalam kapasitasnya sebagai gubernur.

Perlu pula dicatat, Ananda Sukarlan di tahun 2015 juga menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan sebagai pencipta dan pembaharu seni musik dari Republik Indonesia lewat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang kala itu dipimpin oleh tidak lain dan tidak bukan, Anies Baswedan. Hingga kini, Ananda pun masih tetap memegang penghargaan tersebut. Titel ini pun suka atau tidak telah meneguhkan ketokohan Ananda Sukarlan baik di sisi seni budaya maupun nasional. Karenanya, langkah ini adalah langkah politis yang dilakukan dengan kapasitasnya sebagai tokoh masyarakat.

Anies Baswedan sendiri melihat aksi yang lalu terjadi sebagai bagian dari bagian ekspresi dan berpendapat pribadi dan sekelompok orang, dan tampak berusaha melepas diri dari polemik yang bisa jadi berkelanjutan ini.

Kabar terkini melalui pesan WA beberapa kelompok pendukung Anies diduga berupaya untuk menggerakkan masa untuk meminta Sekolah Kanisius meminta maaf secara resmi di tanggal 17 November esok. Padahal, aksi kemarin dilakukan oleh beberapa orang alumni dan bukan institusi Kanisius itu sendiri yang justru mengundang Anies Baswedan. Carut-marut ini di satu sisi meneguhkan suara tokoh seni & budaya di bidang politik, tapi di sisi lain semakin mengundang tanya siapakah yang ingin menggunakan momentum ini untuk mencapai tujuan politik yang tertentu.

Iklan
About mikebm (1302 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: