Kabar Terkini

Pendidikan Musik & Pengembangan Karakter


~oleh Andre Loong

Seakan antara musik dan pengembangan karakter tidak ada hubungannya sama sekali. Bagaimana mungkin musik bisa mempengaruhi perkembangan seorang manusia? Namun apabila ditelusuri lebih dalam lagi, kita bisa melihat kebersinambungan antara keduanya dan hal ini saling mendukung satu sama lain.

Ketekunan dan kegigihan

Dalam bermain musik, secara langsung anak akan dituntut untuk menjadi anak yang tekun dan pantang menyerah. Bayangkan saja dalam memainkan sebuah lagu, panca indra bersama dengan otak kita akan berkesinambungan membangun suatu kerjasama tim yang kompak untuk menghasilkan suatu melodi yang indah. Telinga secara langsung harus bekerja lebih untuk mendengarkan setiap not yang dimainkan. Apakah not tersebut sudah sesuai atau belum dalam menjalin suatu alunan lagu yang bisa dinikmati banyak orang. Mata secara khusus harus mampu berkonsentrasi memperhatikan posisi jari jemari dan anggota tubuh yang bersinergi memainkan musik tersebut. Terlebih lagi jika harus membaca not-not yang tertera di hadapan musisi. Kerja ekstra untuk sang mata menginterpretasi makna dari lagu tersebut. Ditambah lagi dengan saraf motorik yang harus bisa bekerja ekstra untuk menggerakkan setiap jari dan anggota tubuh untuk menghasilkan suara yang diinginkan.

Dengan hampir semua anggota tubuh kita yang bergerak tersebut, tidaklah mudah bagi musisi untuk bertahan memainkan musiknya tanpa ketekunan ditambah dengan kegigihan untuk berlatih setiap hari. Bahkan banyak anak yang memutuskan untuk undur dari kursus musiknya dikarenakan karena mereka tidak cukup gigih untuk berjuang dengan kompleksitas tersebut. Namun bisa dipastikan bahwa anak yang terus melanjutkan pendidikan musiknya dan tekun bermain musiknya, anak tersebut pasti mempunyai daya saing yang tinggi dibandingkan teman sebayanya.

Kesabaran

Banyak orang yang familiar dengan istilah ‘Jadi orang harus sabar’. Tapi bagaimana cara melatih kesabaran itu sendiri? Salah satu cara yang ampuh dalam melatih kesabaran ini adalah dengan kursus musik. Bagaimana tidak sabar jika dalam pelajaran musik tersebut, untuk menguasai suatu lagu yang sederhana, diperlukan kurun waktu tertentu dan latihan secara rutin hingga anak tersebut mampu memainkan lagu yang diinginkan. Terlebih lagi peserta didik yang sudah ahli dalam bermain suatu lagu harus bisa menahan keinginannya untuk bermain cepat dengan berlatih perlahan demi perlahan dan mengecek ulang setiap not yang akan dimainkannya apakah sudah benar atau belum dalam penerapannya. Selain itu dalam sebuah lagu, seorang musisi dituntut sanggup memperhatikan warna suara, tempo, melodi, phrasing, harmonisasi, dan masih banyak hal lainnya. Oleh karenanya seorang musisi yang mampu memainkan sebuah karya harus mampu mengalahkan egonya dan menerapkan kesabaran di dalam otaknya.

Berkomitmen kuat dan kestabilan

“Musisi dan komposer itu kebanyakan tidak stabil dan mereka ini suka berubah mood secara mendadak”.  Terkadang kita akan mendengar kalimat tersebut terbersit dalam beberapa percakapan orang yang mungkin belum pernah mengetahui kestabilan dari para musisi dan pelajar musik. Dalam bermusik, sangat disarankan dan selalu diingatkan lagi dan terus menerus untuk tetap stabil dan berkomitmen dalam menjaga jadwal berlatih mereka. Seperti pelajar dan musisi jazz muda Indonesia, Joey Alexander, jika kita mengikuti kegiatannya di sosial media dan bertanya langsung dengan koleganya, dia meluangkan waktu beberapa saat setiap pagi untuk berlatih musiknya dan itu dilakukannya setiap hari! Hal ini tidak dapat dilakukan tanpa komitmen yang tinggi. Bayangkan saja pada waktu baru bangun tidur dan kita terbiasa untuk bermalas-malasan, kita harus membangun komitmen untuk harus bangun dan memulai hari dengan berlatih musik. Bukanlah sesuatu hal yang mudah. Tetapi pada waktu seorang anak sudah terlatih untuk memiliki jadwal yang rutin untuk dirinya berlatih musik, maka di kemudian harinya, mereka akan terbiasa juga untuk melatih tubuhnya mengikuti mengatur jadwal dirinya sendiri

Berkomunikasi dengan baik

Dalam satu pelajaran musik, anak akan dituntut untuk berkomunikasi dengan baik dengan gurunya. Mereka akan belajar bagaimana menghormati gurunya. Mereka juga akan belajar bagaimana menggunakan kata-kata yang baik untuk berkomunikasi terutama kepada orang yang lebih tua atau orang yang lebih ahli daripada dirinya. Dari sini pun seorang anak akan melatih dirinya mengenai bagaimana seharusnya dan selayaknya berkomunikasi dengan baik dan seorang pengajar musik yang beretiket baik pasti akan mengajarkan pula kepada anak didiknya bagaimana berkomunikasi dengan sopan santun.

Apalagi jika anak bergabung di dalam suatu komunitas atau ensembel musik, mereka akan banyak belajar bagaimana mereka harus berkomunikasi bukan hanya dengan pemimpinnya dalam satu ensembel, tetapi juga mereka akan dituntut bagaimana berkomunikasi dengan rekan sebayanya dan ini akan banyak membentuk mental anak untuk berkomunikasi dengan baik. Bahkan keuntungan lainnya adalah anak akan belajar bagaimana berteman dengan sesama musisi jika mereka bergabung dengan suatu komunitas atau ensemble musik ini. Terlebih lagi anak akan belajar bagaimana berkomunikasi di dalam kelompok tanpa menggunakan bahasa verbal tetapi menggunakan musik! Mereka akan membangun kerjasama tim yang kompak sampai mereka mampu memainkan suatu karya yang mereka inginkan. Hal ini yang tidak dapat dipelajari di luar pelajaran musik.

Kepercayaan diri tetapi dipenuhi dengan rendah hati

Setiap anak pasti akan dihadapkan dengan suatu pertunjukan seni pada akhirnya jika mereka belajar seni pertunjukan. Oleh karenanya seorang anak akan belajar bagaimana mereka terus mengasah kepercayaan dirinya di hadapan penonton dan itu bukan hal yang mudah. Sesudah mereka unjuk gigi baik dalam grup maupun pertunjukan solo, mereka pasti akan dibanjiri dengan banyak pujian dan apresiasi. Dari sini, akan menjadi seni tersendiri bagi sang anak untuk bisa merendahkan hatinya dan namun tetap percaya diri. Memang, dia sudah mampu melampaui suatu titik di dalam hidupnya tetapi hal tersebut bukanlah suatu puncak bagi anak tersebut dan merasa sudah di atas angin. Sang anak harus terus belajar untuk menaklukan gunung yang lain. Oleh karenanya mereka juga harus memiliki karakter yang percaya diri namun tetap rendah hati. Memang di dunia nyata kita temukan musisi-musisi yang terlampau percaya diri dan merasa lebih daripada orang lain tetapi bisa dipastikan mereka tidak dapat bertahan di kalangan masyarakat sekitarnya karena orang kebanyakan akan lebih suka bekerja sama dengan orang yang rendah hati dan mau belajar. Di satu sisi musisi yang terlalu rendah diri dan tidak memiliki kepercayaan diri akan redup tanpa dikenal siapapun juga.

Memang masih ada banyak karakter lain yang bisa dipelajari melalui pendidikan musik. Namun sepintas, kita dapat melihat bahwa benefit dari pendidikan musik ini tidak hanya menyentuh sisi fisiologis, motoris dan musikalitas saja. Bahkan dunia psikologis dan karakter pun mampu disentuh dan dirangkul oleh para pendidik musik ini. Jadi diharapkan agar seorang pendidik musik tidak hanya terpatri pada not dan performa dari anak didiknya saja, tetapi juga harus mampu membentuk karakter sang anak agar mampu bersaing di dunia nyata. Sementara bagi orangtua, dalam menentukan pembimbing musik bagi anak kita, bisa juga mempertimbangkan segi pendidikan karakter dari sang guru itu sendiri karena selain belajar karakter dari keluarga, sang anak juga akan belajar meniru dan mencontoh apa yang dilakukan oleh guru musiknya terutama guru privatnya yang berhadapan satu lawan satu dengan sang anak.

~ Andre Loong, LRSM adalah lulusan Universitas Widya Mandala Surabaya dan juga seorang pengajar musik gesek di Suzuki Music Association of Indonesia (SMAI) dan sebagai konduktor pada organisasi All Jakarta Honor Orchestra (AJHO) juga penggerak Kelas Inspirasi dan Transjakarta Symphony.

Iklan

1 Comment on Pendidikan Musik & Pengembangan Karakter

  1. Reblogged this on Yayasan Musicorum and commented:

    Pentingnya pendidikan musik dan pengembangan karakter anak dikupas dengan baik di sini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: