Kabar Terkini

5 Tulisan Teratas 2017


Tahun 2017 hampir berlalu dan MusicalProm telah menemani satu putaran penuh geliat kehidupan musik seni di Jakarta yang semakin hari semakin masif. Namun, tidak ada salahnya kita menatap kembali lima tulisan teratas yang menjadi primadona di MusicalProm di tahun 2017 ini:

  1. Pembahasan topik yang bersifat musikal nampaknya masih menjadi primadona di tahun ini. ‘Menyelami Tempo Andate‘ menulis bagaimana tempo dalam bermusik tidak hanya persoalan metrik yang kaku, malainkan juga menyoal budaya dan kehidupan sosial yang bersangkutan di masa tersebut. Tulisan ini mengupas perbedaan budaya juga mempengaruhi bagaimana pemusik mempersepsikan sebuah tanda tempo, sebuah istilah strategis yang selalu ditempatkan oleh komponis di awal sebuah karya musik. Tulisan yang diterbitkan tahun 2016 ini memiliki jumlah pembaca yang stabil dari awal 2017 hingga akhir tahun.
  2. Berita duka ‘Klarinetis Jhonneysep Berpulang‘ menjadi tulisan yang mengejutkan sekaligus juga pemberitaan yang menempati posisi dua di tahun 2017 ini. Berita duka wafatnya rekan musisi Jhonneysep yang dikenal sebagai seorang yang supel dan baik hati membawa dunia musik klasik berduka karena kepergiaannya yang dinilai terlalu cepat. Kepergian Jhonneysep juga mengingatkan pemusik akan pentingnya kesehatan dalam bekerja sebagai pemusik. Sosoknya pun akan terus dikenang oleh rekan-rekan sejawat dan sahabat-sahabatnya.
  3. Keingintahuan publik akan musik juga tidak pernah padam. Artikel ‘Psikologi Musik: Ketika Musik Bertemu Sains‘ tulisan dari Christ Billy mengupas tentang keilmuan psikologi musik yang meneliti hubungan musik dengan kondisi psikis dan tingkah laku manusia. Dalam tulisan tahun 2015 ini, persinggungan musik dengan psikologi dibahas dengan cukup mendetail dan menyoal sangkut-paut kedua bidang yang seakan berjauhan namun sesungguhnya sangat dekat ini.
  4. Peristiwa yang meliputi penggelapan dan dugaan penyimpangan praktik di dalam musik menjadi persoalan yang cukup hangat di tahun 2017. Dua artikel ‘Medsos Musik Klasik Ramai karena Penggelapan Uang‘ dan berita ‘Biga Mundur Diri sebagai Solois IYCO karena Administrasi‘ sempat mengusik dunia musik klasik dan mengangkat kembali isu pentingnya perlindungan kerja bagi para pekerja musik orkestra. Dua artikel ini berkisar di sekeliling oknum penyelenggara yang disinyalir oleh pemberitaan medsos tersebut di atas telah melakukan penggelapan uang, pelanggaran perjanjian kerja dan penipuan. Sempat terkabarkan bahwa oknum pun menghilang selama beberapa waktu setelah peristiwa ini merebak dan hilang rimbanya entah ke mana.
  5. Artikel ‘Ketika Kuliahan Musik Kalah dengan Les-lesan‘ yang menyoal kualitas lulusan perguruan tinggi musik dan persaingan kerja di dunia musik dengan tamatan jalur pelatihan informal di angkat dalam tulisan ini. Persoalan kesempatan dan persaingan kerja dan peningkatan mutu pendidikan formal memang masih menjadi polemik yang belum terjawab. Beberapa isu diangkat yakni pentingnya sebuah proses seleksi dan uji kompetensi bagi musisi yang diangkat lewat berbagai forum, namun hingga berakhirnya tahun 2017, belum ada solusi final bagaimana menjawab isu ini.

Tulisan ini menutup rangkaian tulisan di tahun 2017 ini. Terimakasih atas keikutsertaan pembaca sekalian. Sampai jumpa di tahun 2018.

MusicalProm out!

Iklan
About mikebm (1336 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: