Kabar Terkini

OSUI Mahawaditra Menggandeng Michael Mulyadi sebagai Direktur Musik

Not for use without prior approval from Author

Michael B. Mulyadi mengaba orkestra

Mengawali tahun 2018, kabar baru datang dari OSUI Mahawaditra. Michael Budiman Mulyadi terhitung awal 2018 dipercaya sebagai direktur musik sekaligus konduktor utama Orkes Simfoni Universitas Indonesia (OSUI) Mahawaditra untuk dua tahun ke depan.

Bersama composer-in-residence Marisa Sharon Hartanto, Michael Mulyadi duduk sebagai kepala dari tim artistik yang bekerja sama dengan pengurus OSUI Mahawaditra yang beranggotakan mahasiswa Universitas Indonesia dan dewan pelatih. Marisa Sharon juga berperan menggarap orkestra mahasiswa ini di tahun 2016 dan hingga kini terus aktif menulis musik orkestra dan menggelar lokakarya komposisi untuk Mahawaditra.

Michael Mulyadi yang juga adalah pendiri dan redaktur MusicalProm telah bekerja sama dengan OSUI Mahawaditra sejak tahun 2013 ketika orkestra mahasiswa tertua tanpa jurusan musik ini merayakan hari jadi ketigapuluh. Sejak tahun 2014, Metta F. Ariono sebagai direktur musik telah memimpin kebangkitan Mahawaditra lewat pembenahan menyeluruh yang diwujudkan oleh pengurus-pengurus mahasiswa dari tahun ke tahun. Michael sendiri ikut berkontribusi di dalam tim artistik yang dipimpin flutis Metta F. Ariono yang juga adalah alumni OSUI Mahawaditra dan bekerja bahu-membahu mengembangkan kualitas artistik orkestra mahasiswa UI sebagai principal conductor.

Pengalaman Metta sebagai musisi profesional dan organisator telah berhasil mengarusutamakan kembali orkestra dalam 4 tahun terakhir. Beragam kegiatan berorientasi pengembangan artistik telah dilaksanakan oleh pengurus Mahawaditra di bawah kepemimpinan Metta Ariono bersama ketua Mahawaditra empat tahun terakhir ini: penggiatan konser-konser yang diselenggarakan orkestra setidaknya 3 kali dalam setahun, kolaborasi antar organisasi mahasiswa baik di dalam UI maupun antar universitas (ITB, UGM, Binus), tur edukasi antar sekolah, pertunjukan kerja sama dengan beragam instansi dan tur pertunjukan luar negeri di Australia dan Singapura. Beberapa mahasiswa juga terpilih sebagai perwakilan musik dalam forum internasional di Malaysia.

Dukungan pun disegarkan kembali semasa kepemimpinan Metta Ariono: alumni pun terlibat untuk membangun orkestra, pihak Rektorat UI juga memberikan dukungan yang tidak sedikit kepada organisasi ini lewat sokongan subsidi pelatihan dan juga peremajaan fasilitas. Selain latihan rutin, beragam masterclass dan lokakarya untuk beragam seksi dalam orkestra diorganisir bersama antara tim artistik dan pengurus dalam 4 tahun terakhir dan mengundang musisi dalam dan luar negeri (Dr. Michael Hall, Dr. Cicilia Yudha, Dr. Ayke Agus, Siero Chamber Orchestra – Spanyol, Gabriel Laufer, Windquintet Jakarta, ProArt String Quartet, Marisa Sharon Hartanto, Thressia, Leandro Christian, Laurentius Rendy dan lain-lain). OSUI juga menggiatkan dunia komposisi dengan aktif mengkomisi/memesan karya orkestra baru untuk orkestra amatir yang dirasa masih jarang di Indonesia.

Pembenahan organisasi pun secara aktif dilakukan kepengurusan mahasiswa dalam empat tahun terakhir dengan Metta Ariono sebagai pengawas yang berbuah pada peningkatan kualitas berorganisasi mahasiswa. Dalam penelitian akademis untuk skripsi kelulusannya, Nixon Zefanya dari Universitas Negeri Jakarta jurusan pendidikan musik mengevaluasi organisasi Mahawaditra dan mendapati bahwa organisasi orkestra UI telah berkembang matang dibanding banyak organisasi orkestra amatir lain di Jakarta dan kini perlu berfokus pada peningkatan kualitas artistik permainan.

Empat tahun terakhir geliat Mahawaditra mengingatkan akan geliat orkestra yang sama di medio 1990-2004, ketika orkestra ini dipimpin konduktor kawakan Praharyawan Prabowo dan secara aktif menjadi orkestra yang mampu mengawal musik klasik di masa orkestra masih menjadi barang langka di dunia musik klasik dan melahirkan cukup banyak pemain orkestra berbakat, salah satunya Metta Ariono sendiri yang lulus dari orkestra ini di tahun 2000.

Tugas berat menanti konduktor muda Michael mengingat landasan kuat yang telah diletakkan Metta Ariono selama empat tahun terakhir di orkestra almamaternya ini. Michael yang kini juga bertugas sebagai direktur musik Universitas Pelita Harapan Symphony Orchestra memulai perjalanannya sebagai konduktor tetap bersama OSUI ini dan pengalamannya bekerja bersama Metta empat tahun terakhir, seyogiyanya membantunya memahami ritme OSUI dan memampukannya membangun orkestra mahasiswa UI ini ke depan untuk lebih meramaikan belantika musik Ibukota.

Iklan
About mikebm (1339 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: