Kabar Terkini

Jelajah Kelimpahan Nada


~oleh Hansen Wiguna

Brilian. Permainan musik yang mengalun dan menari di telinga memberikan afeksi yang begitu limpah. Jennifer Chrysantha Salim, gadis belia dalam konser resital kelulusan jenjang pendidikan Artist Diploma Jakarta Conservatory of Music menyuguhkan penampilan yang memukau. Repertoar yang tergolong berat dengan begitu rapih disertai interpretasi yang mendalam dimainkan gadis berusia 16 tahun ini.

Program diawali dengan Prelude and Fugue in F-sharp Minor, BWV 883 dari Bach yang memerlukan kelincahan dan kekuatan dalam membentuk polifoni. Setelah komponis Barok dilanjutkan dengan karya dari Beethoven, Sonata in E-flat Major, Op. 81a dengan 3 movement nya. Das Lebewohl, Abwesenheit (dimana dibentuk dari chord-chord diminished dan ornament appoggiatura yang dengan dimainkan dengan tempo lambat namun begitu ekspresif), dan Das Wiedersehen (Vivacissimamente). Sonata Beethoven ini tergolong karya jembatan antara periode pertengahan dan akhir Beethoven. Sehingga karya ini memerlukan kematangan dan keluasan interpretasi yang mampu dieksekusi dengan begitu kuat oleh pemenang (1st Prize) Indonesia Steinway Piano Competition ini.

Sebelum intermission singkat, anak didik dari Iswargia R. Sudarno sejak tahun 2011 ini menampilkan Barcarolle in F-sharp Major, Op. 60 dari Chopin. Ritme dan mood ayunan romantik dan tone yang sayu yang menjadi ciri Barcarolle ini didominasi dengan teknik yang sulit menggunakan interval 3 dan 6 di tangan kanan serta tangan kiri dengan jangkauan yang jauh melebihi oktaf.

Estampes dari Debussy mengawali konser babak kedua setelah intermission singkat. Karya yang begitu limpah dari Debussy ini dengan penghayatan serta teknik yang tinggi dihidangkan oleh Jennifer. Tiga movement Estampes, pertama Pagodes, yang menggunakan pentatonic scale terdengar seperti melodi lagu Jepang, Cina, dan gamelan Jawa. Kedua La soiree dans Grenade, disebut juga movement Habanera dengan Arabic scale serta petikan gitar yang membangkitkan gambaran tentang Spanyol. Serta movement ketiga Jardins sous la pluie yang menggambarkan taman di Normandy, Perancis. Penerima Unique prize pada International Piano Competition for Young Musicians di Enschede, Belanda ini membawa penonton menjelajah tempat-tempat melalui musikalitasnya yang matang.

Pagalaran ditutup dengan karya A. Scriabin, Sonata No.2 in G-sharp Minor, Op. 19 “Sonata-Fantasie” dengan menunjukkan virtuositas yang tinggi terutama di movement kedua, Presto. Sebagai encore karya Etude Chopin op. 10 no 10 dimainkan dan disuguhi kepada hadirin yang hadir pada malam itu.

Harapan yang menjadi nyata dengan kehadiran musisi-musisi muda berbakat Indonesia yang mampu membawa harum nama bangsa hingga kancah internasional. Jennifer dengan pasti, memberikan harapan itu.

~Hansen Wiguna adalah pianis dan aktivis paduan suara yang kini bermukim di Jakarta. Belajar musik Sekolah Musicorum, Hansen juga aktif sebagai pianis kolaboratif bagi PSM Universitas Padjajaran di mana ia menyelesaikan pendidikan S1-nya.

Iklan

1 Comment on Jelajah Kelimpahan Nada

  1. Music is my life, if some one play music make me feel happy and wanna sing a song…
    thanks for your information and your blog is perfect…

    and i want you come to my page >>>WWW.MIKIRPOKER.NET<<<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: