Kabar Terkini

Radio Arts Indonesia Akhirnya Usai


Radio Arts Indonesia akhirnya akan ditutup tanggal 19 April 2018. Radio Arts Indonesia digagas oleh Charles Dean Conrad 12 tahun lalu dan pernah menjadi sumber informasi dan rekaman daring musik klasik Indonesia satu-satunya selama beberapa waktu terakhir.

Radio ini dapat dikatakan berjalan karena kegigihan Charles Dean Conrad. Ia mengumpulkan berbagai rekaman musik dari kelompok-kelompok musik tanah air dan membiayai laman internet dan teknologi yang digunakan untuk menyiarkan khasanah musik rekam Indonesia. Radio Arts Indonesia juga berisi informasi yang cukup penting akan beberapa penampil dan pelaku musik seni di Indonesia. Radio Arts Indonesia juga menyiarkan rekaman berbagai kelompok penampil musik klasik di Indonesia yang jarang ditemui di manapun.

Kondisi kesehatan Conrad juga menjadi halangan berkembangnya radio daring ini, yang menyebabkan tidak berkembangnya konten dari radio yang langka ini. Untuk memastikan berkembangnya repertoar dari radio ini, direktur musik haruslah rajin berburu konten rekaman dari berbagai konser dan rilis album musik yang seringkali bersifat terbatas di Indonesia. Kini tidak sedikit kelompok pertunjukan yang merekam pertunjukan mereka secara audio, namun sedikit dari rekaman tersebut yang berani dilepas ke publik apapun kualitas yang ditawarkan. Semuanya lebih kepada dokumentasi kelompok. Karena itu, sebelumnya Conrad yang kala itu masih sehat kerap kali mengontak beragam penanggung jawab kelompok untuk memintakan rekaman konser-konser untuk kemudian disiarkan di Radio Arts Indonesia. Memang sulit untuk menjangkau beragam kota, kelompok dan pribadi di Indonesia dan mengajak mereka untuk menjadi bagian dari proyek semacam ini dengan merelakan hasil rekam konser mereka untuk disiarkan secara luas. Dan karenanya membutuhkan tim yang awas, waspada dan selalu proaktif untuk membangun jaringan dan konten, sesuatu yang sulit dilakukan Charles Dean Conrad seorang diri.

Selain itu, kehadiran beragam platform lain dalam pengembangan konten streaming juga menjadi halang rintang lain. Sebelum kehadiran platform sejenis Spotify dan populernya konten klasik di Youtube, Radio Arts Indonesia sebenarnya memberikan kanal akan info dan penyiaran musik klasik khas Indonesia. Namun kanal sejenis ini nampaknya kehilangan pamor diberondong terjangan video dan konten musik on-demand yang saat ini membanjir di masyarakat, di mana pemirsa dapat memilih dan mendengarkan musik yang mereka inginkan secara bebas dan bukan dengan bentuk semacam radio dimana pendengar disuguhkan musik secara satu arah.

Sungguh disayangkan sebenarnya tidak ada yang melanjutkan cita-cita Charles Dean Conrad dan misinya ini. Indonesia pun akan kehilangan radio yang selama beberapa waktu ini setia menyiarkan rekam musik seni Indonesia, khususnya musik klasik dari musisi tanah air. Terimakasih Radio Arts Indonesia.

Iklan
About mikebm (1333 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: