Kabar Terkini

Menanamkan Kedisiplinan dalam Berlatih Musik


~oleh Andre Loong

Tujuan orangtua mengikutsertakan anaknya dalam kegiatan bermusik sangat beragam. Mulai dari hanya uji coba apakah anaknya mempunyai minat dalam bermusik atau tidak, agar anaknya mempunyai kegiatan yang positif daripada dihabiskan dengan bermain tanpa arah tujuan yang jelas, hingga memberikan kesempatan anaknya agar mereka bisa berkiprah di dalam dunia permusikan. Namun ternyata orangtua pun juga sudah seharusnya mengambil tanggung jawab di dalam menanam benih kedisiplinan sang bintang. Bahkan apabila diaplikasikan dengan tepat, kedisiplinan ini bisa digunakan bukan hanya untuk berlatih musik saja tetapi bisa juga digunakan untuk disiplin diri di dalam pengembangan skill yang lain.

Buatlah jadwal yang rutin

Berapa banyak dari orangtua setelah ‘menitipkan’ anaknya di lembaga pendidikan musik lalu tidak ikut campur di dalam menjadwal latihan sang anak? Seharusnya peran kita sebagai orangtua adalah manager jadwal latihan rutin mereka. Hal ini bisa digambarkan mirip dengan mendidik sang anak untuk mandi atau sikat gigi. Pada tahap awal kehidupan manusia, pasti kita tidak terbiasa untuk mandi dan sikat gigi tetapi karena pengingatan yang rutin dari orangtua dan pengasuh kita untuk mandi dan sikat gigi secara teratur setelah kita bangun tidur sehingga sekarang sudah terbiasa untuk mandi dan sikat gigi tanpa harus diingatkan lagi oleh mereka. Tentu hal ini harus dilakukan dalam jangka waktu yang panjang dengan kontinuitas terus-menerus tanpa dibumbui rasa bosan. Tetapi pada satu saat nantinya, sang anak akan dengan otomatisnya akan berlatih musik tanpa adanya alarm dari orangtuanya.

Waktu latihan adalah saat yang menyenangkan dan dinanti-nanti

Bayangkan ekspresi anak kita pada waktu kita memanggilnya untuk diberikan hadiah dengan memanggilnya untuk dihukum. Dari nada kita saja, anak sudah bisa menebak, ibuku memanggilku untuk memarahi atau untuk memuji. Kita bisa melihat senyum merekah di wajahnya pada waktu kita memanggilnya dengan nada yang riang tetapi kebalikan dari semua itu sudah bisa kita perkirakan sewaktu kita berteriak memanggilnya.

Sewaktu jam sudah menunjukkan saatnya berlatih, simpan semua emosi dan kepenatan kita melakukan aktivitas harian kita. Persiapkanlah panggilan sayang dan lembut di ujung lidah kita dan mulailah latihan musiknya. Niscaya sewaktu kita memulai dan mengakhiri latihan dengan banyak senyuman dan pujian, mereka akan menikmati masa-masa latihan tersebut dan pasti menunggu untuk jam latihan selanjutnya.

Dampingilah mereka di masa-masa sulit

Tidak bisa dipungkiri masa latihan terkadang bisa jadi adalah masa tersulit di dalam hidup anak kita karena mereka mendapatkan repertoar yang lebih susah daripada sebelumnya untuk peningkatan keterampilan mereka. Kehadiran kita di dalam waktu mereka berlatih akan menjadi sangat berarti bagi mereka. Apalagi jika mereka mulai bisa bercerita dan berkeluh-kesah mengenai lagu tersebut. Bantulah mereka dalam mempelajari repertoarnya dan ikutilah belajar lagu tersebut. Minimal jadilah pendengar yang baik dan kitalah pendengar pertama dalam ‘konser’ latihan mereka. Kitalah yang akan berjalan bersama mereka dari nol hingga mereka mampu bermusik di depan orang lain.

Terlebih lagi untuk orangtua yang penuh dengan kesibukan hiruk-pikuk metropolitan dan dunia modern ini. Jadikanlah waktu mereka berlatih musik adalah masa-masa waktu berkualitas kita bersama mereka. Kita adalah orang pertama yang akan mendukung mereka maju menjadi lebih baik.

Ikutlah belajar musik

Apabila memungkinkan, ikutlah dalam pelajaran musik anak kita dan mengertilah apa yang seharusnya dikembangkan di dalam kemampuan bermusik mereka. Hal ini akan memicu mereka dalam berlatih karena selain orangtua mereka juga mengikuti perkembangan pelajaran musik mereka, kita sebagai orangtua bisa menjadi penunjuk arah untuk mereka berlatih di rumah. Tidak sedikit anak yang hanya dititipkan di lembaga kursus musik yang akan pulang dengan jawaban ‘tidak tahu’ sewaktu kita bertanya ‘apa yang harus dipelajari?’. Jadi, sudah menjadi tugas kita untuk ikut terjun di dalam pelajaran musik mereka hingga mereka benar-benar bisa mempunyai disiplin yang lebih untuk meningkatkan kemampuan musik mereka.

Namun apabila memang tidak memungkinkan dalam mengikuti seluruh jadwal anak kita, sebisa mungkin pelajarilah teori dasar dari lagu yang mereka pelajari. Cari tahulah mengenai lagu yang sedang mereka pelajari melalui buku-buku atau internet yang sekarang sudah menjamur dan apabila memungkinkan, berkomunikasilah sebaik-baiknya dengan guru mereka. Bertanyalah mengenai progress anak kita dan ikutilah perkembangannya. Akan menjadi hal yang berbeda jika kita menyuruh anak kita mengambil jalan bermusik dan mendampingi mereka dalam jalan bermusik.

~ Andre Loong, LRSM adalah lulusan Universitas Widya Mandala Surabaya dan juga seorang pengajar musik gesek di Suzuki Music Association of Indonesia (SMAI) dan sebagai konduktor pada organisasi All Jakarta Honor Orchestra (AJHO) juga penggerak Kelas Inspirasi dan Transjakarta Symphony.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: