Kabar Terkini

Mengembangkan Diri, Konferensi Pendidik Musik Pertama Sukses Digelar


~oleh Felicia Satyadi

Indonesia Music Education Conference yang diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2-3 Mei lalu sukses mempersatukan para musisi dan pendidik musik tanpa sekat instrument dan genre dari berbagai generasi bertempat di Jakarta Creative Hub, Tanah Abang.

Sebanyak kurang lebih sembilan puluh orang delegasi dari Jakarta, Bandung, Palembang, Pekanbaru, Medan, Surabaya, bahkan Malaysia  turut ambil bagian dalam diskusi dan seminar yang disampaikan oleh tujuh belas orang narasumber dari dalam dan luar negeri.

Selain berbagi ide akan pendekatan mengajar yang efektif dan membuka wawasan setiap delegasi, beberapa narasumber juga menyampaikan pentingnya relevansi materi pengajaran seiring dengan perkembangan gaya hidup dan sistem pendidikan terkini, mengingat tujuan utama dari pendidikan musik yang mesti tercapai,  yaitu menciptakan manusia yang menghargai dan mengapresiasi musik seumur hidup mereka, terlepas dari kemampuan (skill) seorang anak dalam memainkan instrumen.

Pada diskusi panel yang merupakan puncak dari konferensi ini, Glenn Riddle, Leslie Tan, Dr. Nathania Karina, dan Michael Budiman membahas situasi terselenggaranya pendidikan musik serta tantangan yang dihadapi oleh para pelaku dunia pendidikan musik dewasa ini di tanah air. Tercetus bahwa pihak yang berkecimpung di dunia pendidikan musik saat ini bukanlah hanya penampil (performer) dan guru musik.

Demi terciptanya suasana pendidikan musik yang lebih hidup dan kondusif, para pengajar juga perlu untuk terus mendapat inspirasi baru dengan aktif mengikuti berbagai kegiatan pendidikan musik sehingga akhirnya mereka dapat menjadi inspirasi bagi komunitas terkecil mereka, yaitu murid. Tidak harus melakukan sesuatu yang besar, tetapi perlu untuk melakukan sesuatu dengan skala kecil, tetapi tetap dapat menginspirasi setiap peserta didik.

Leslie Tan dan Glenn Riddle menyatakan bahwa kekuatan dari sumber daya manusia dan ‘the power of volunteering work’ dari para pendidik musik memegang peranan besar bagi perkembangan dunia pendidikan musik saat ini. Sebagai negara berkembang, tidak dipungkiri bahwa ketersediaan infrastruktur seperti concert hall dan berbagai alat musik lainnya memang masih tertinggal dibandingkan negara tetangga. Namun, hal ini tidak seharusnya menciutkan semangat kita sebagai musisi. Kenyataan ini seharusnya mendorong kita untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk terus berkreasi dan bersatu untuk menciptakan kegiatan-kegiatan yang bersifat edukatif dan positif bagi masyarakat luas. Sebagai kesimpulan Indonesia Music Education Conference, para panel mendorong agar setiap pendidik musik turut aktif berkontribusi dan mendukung terselenggaranya berbagai kegiatan dan gerakan yang dapat mewujudkan terciptanya suasana pendidikan musik yang kondusif.

Indonesia Music Education Conference merupakan program terbaru dari Musicmind yang diprakarsai oleh Dr. Nathania Karina dan Felicia Satyadi, yang rencananya akan diadakan dua tahun sekali.

~Felicia Satyadi adalah pendidik musik dan salah satu penggagas Musicmind. Menyelesaikan pendidikannya di bidang Musik di Universitas Pelita Harapan, Felicia aktif mengajar dan membangun iklim pendidikan musik.

Iklan
About mikebm (1338 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: