Kabar Terkini

4 Hadiah untuk Musisi Kecil Kita


~oleh Andre Loong

Banyak pakar menyatakan bahwa untuk menghasilkan perilaku yang diharapkan, hadiah adalah metode yang lebih efektif daripada hukuman. Ternyata latihan musik yang disertai dengan hadiah bisa memperkuat perilaku berlatih musik ini sendiri. Kita sebagai orangtua pasti berharap latihan yang konsisten setiap hari akan terbentuk pada anak kita tetapi pikiran kita sudah mundur dahulu apabila membayangkan seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat anak kita berlatih setiap hari.

Sadarkah ternyata selama ini ada beberapa hadiah yang bisa kita berikan setiap hari dengan ongkos yang minim. Bahkan lewat hadiah ini, hubungan orangtua dan anak yang dingin bisa mulai dihangatkan.

  1. Pujian dan perhatian
    Dari semua hadiah, pujian ini adalah hadiah yang paling murah dan dapat diberikan setiap hari. Saya menemukan melalui penelitian amatir melalui anak didik saya bahwa pujian ini sangat efektif untuk membangun kemandirian pada sang anak untuk berlatih musik sendiri tanpa perlu diingatkan. Awalnya sang ibu dengan rutin dengan sengaja memuji, membelai dan memeluk sang anak karena sudah berlatih musik sesuai dengan jadwal yang ditetapkan bersama. Ternyata sesudah 7 bulan berlalu, sang anak secara otomatis berlatih tanpa ada pengingatan dari orangtuanya sendiri. Selain itu,sang anak juga bisa menjadi anak yang lebih mandiri daripada anak seusianya.Sebenarnya pujian ini bisa kita lakukan setiap hari dan semudah membuka mulut dan berbicara saja. Energi dan biaya yang dikeluarkan pun sangat minim sekali. Yang kita perlukan hanya stok kata-kata positif yang akan kita kemukakan kepada sang anak kita. Selain itu cobalah perhatikan anak kita sewaktu mereka berkeluh kesah tentang proses mereka berlatih. Tatap matanya lebih dalam dan mengertilah isi hati mereka lebih daripada jadwal paten yang sudah kita tetapkan. Niscaya kita akan semakin mengenal mereka dan mereka belajar tentang kesabaran kita sebagai orangtua dalam mendidik mereka.

 

  1. Sentuhan
    Ternyata salah satu bahasa kasih yang mudah dimengerti anak adalah sentuhan fisik secara fisik. Sentuhan lembut dan kecil di kepala mereka serta belaian halus bisa membuat anak merasa diterima. Apalagi sesudah mereka melewati 30 menit bersentuhan dengan alat musik mereka tanpa ada kontak fisik dengan manusia. Pelukan hangat sesudah berlatih bisa menjadi penyemangat mereka untuk berlatih keesokan harinya.Percayakah Anda bahwa melalui sentuhan lembut kepada anak kita, secara emosional kita akan menyalurkan energi positif kepadanya dan lewat sentuhan yang sama ini, mereka akan membalas kita sewaktu mereka beranjak dewasa.

 

  1. Waktu
    Waktu disini bisa berbicara mengenai 2 aspek. Yang pertama adalah waktu berlebih yang akan kita luangkan bersama dengan anak kita. Luangkanlah waktu lebih untuk mereka saat mereka berhasil menaklukkan ketakutan dan nervous dalam sebuah kompetisi musik atau audisi orchestra, seperti dengan ‘membuat kue favoritnya bersama dengan keluarga untuk merayakannya’ atau bisa dengan ‘menonton film favorit keluarga bersama’. Waktu yang lebih ini mungkin bagi kita adalah hal yang biasa namun bagi mereka, menghabiskan waktu liburan bersama dengan orangtua mereka adalah hal yang luar biasa. Belum lagi untuk orangtua dengan anak yang beranjak remaja, kita akan kehilangan banyak waktu bersama mereka perlahan demi perlahan. Jadi manfaatkanlah waktu bersama dengan mereka selagi sempat atau kita akan menoleh ke belakang dan akan menyesali waktu yang sudah kita habiskan tanpa mereka.Selain itu, waktu bisa berbicara mengenai waktu bagi mereka untuk melakukan kegemaran mereka lebih. Tidak bisa dipungkiri tugas untuk mereka berlatih musik ini membuat mereka harus kehilangan beberapa minat mereka yang lain di luar musik. Berikanlah kelonggaran bagi mereka untuk melakukan aktifitas di luar musik mereka sesudah mereka menyelesaikan tugas rutin mereka. Entah itu kegemaran berolahraga atau kegiatan sosial mereka dengan sebayanya. Sesekali memang perlu bagi anak untuk memiliki waktu bagi mereka sendiri untuk bermain dan rehat selepas mereka belajar. Jangankan anak-anak, kita sebagai orang dewasa pun perlu untuk mundur dan menarik nafas sejenak sesudah kita menyelesaikan suatu tugas untuk menghadapi pekerjaan lainnya.
  2. Pelayanan
    Sadarkah kita sebagai orangtua, kita diciptakan untuk menjadi pelayan anak kita. Arti pelayan dalam hal ini bukanlah dalam setiap hal kita melayani mereka hingga mereka tidak bisa dewasa dan mandiri. Tetapi bayangkan makanan ringan dan minuman hangat sesudah mereka berlatih atau mungkin sebuah pijatan ringan sesaat kita mendengar keluh kesah mereka tentang susahnya berlatih musik dan capeknya mereka berjuang dengan sebuah lagu yang memang menantang. Tidak perlu kita menanggapi mereka dengan kata-kata yang indah, hanya duduk, tatap mata mereka, dan dengarkan. Sesekali berikanlah senyuman manis untuk mereka dan coba berikanlah layanan ‘pendengar yang baik’. Biasanya sesudah mereka dimengerti dan dilayani entah sesudah pelayanan itu atau keesokan harinya mereka akan melanjutkan kegiatan latihan musik mereka.

~ Andre Loong, LRSM adalah lulusan Universitas Widya Mandala Surabaya dan aktif sebagai pengajar musik gesek di Suzuki Musik Association of Indonesia (SMAI) dan aktif sebagai konduktor di All Jakarta Honor Orchestra dan juga sebagai penggerak Kelas Inspirasi dan Transjakarta Symphony.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: