Kabar Terkini

Mengejar Mimpi: Suara Kaum Difabel


Mimpi terlibat dalam kegiatan seni bisa jadi adalah mimpi dari banyak orang. Tidak semua orang beruntung dan dapat bersentuhan langsung dengan seni. Karenanya, seni menjadi bagian dari angan-angan mereka, di mana imajinasi dapat terbang lepas dan keajaiban dapat terjadi.

Akses terhadap seni tidaklah berbatas. Setiap orang berhak dan mampu berpartisipasi dalam kegiatan seni dan mewujudkan mimpi mereka dengan bergiat di bidang seni. Beberapa bahkan mendapat manfaat lewat keterlibatan mereka di bidang seni. Dalam segmen inilah terapi seni hadi untuk membawa manfaat bagi para pelakunya.

Hal ini juga terjadi di bidang musik, di mana musik sebagai bagian dari seni berkembang sebagai sebuah sarana untuk mengkondisikan pasien dan mengembangkan aspek klinis maupun psikologis dari pasien. Dalam kegiatan ini setiap orang mengikuti serangkaian kegiatan musik di mana mereka mendengarkan musik, bermain instrumen, bernyanyi dan berlatih bersama. Musik bukan hanya menjadi sarana hiburan tetapi menjadi sebuah sarana aktif penyembuhan beragam penyakit dan keterbatasan baik fisik maupun psikologis.

12823518_1118608488200111_7213420754252519899_o(1)

Panggung musik adalah sarana di mana setiap orang yang terlibat dengan musik maju untuk mempersembahkan musik yang ia mainkan dan membagikannya dengan orang lain. Saat pementasan adalah saat terbaik untuk membangun relasi antara pemusik dengan sekitarnya, menjalin komunikasi lewat simbol-simbol bunyi. Karenanya, konser ‘Mengejar Mimpi 3‘ menjadi konser yang teramat penting. Diselenggarakan sejak tahun 2014, konser ini menjadi sarana bersuara dan berkomunikasi bagi kaum difabel, di mana masing-masing mereka memiliki ‘suara’ dan intensi yang khas dalam bermusik yang layak kita apresiasi.

Panggung Gedung Kesenian Jakarta bukan hanya menjadi kesempatan pertunjukan semata bagi kaum difabel yang aktif bermusik, namun juga menjadi media ekspresi yang valid dan nyata di masyarakat. Pertunjukan ini juga menjadi corong kaum difabel yang kerap terpinggirkan dalam berkesenian dan bahkan dalam diskusi publik manapun di Indonesia. Inilah kesempatan untuk menyaksikan sumbangsih mereka dalam seni, sumbangsih dari mereka yang justru sering dianggap tidak ada dalam masyarakat Indonesia. Di sini mereka akan berada di tengah panggung, mengundang sekaligus menantang penonton yang hadir untuk membuka paradigma mereka tentang disabilitas.

Dengan tajuk ‘Biarkan mimpimu lebih besar dari ketakutanmu, dan upaya mu lebih besar dari perkataanmu’, Ikatan Terapi Musik Indonesia (ITMI) dan Music Therapy Centre Indonesia (MTCI) menyelenggarakan pergelaran ini berpadu dengan film animasi pendek 30 menit. Di sini penonton akan menyaksikan garapan pertunjukan dari kaum difabel yang dipersembahkan secara profesional dan berkualitas.

Mari datang dan saksikan pada Minggu, 12 Agustus 2018 Pk 14.30 dan 17.30. Tiket dapat diperoleh melalui 0821 2225 1610.

MM3 poster FINAL FIX WITH SPONSOR.jpg

Iklan
About mikebm (1335 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: