Kabar Terkini

Merajut Rasa dalam Bingkai Sejarah 35 Tahun OSUI Mahawaditra


~oleh: Maria Kayla Augusta

Berdiri pada tanggal 11 Juni 1983, Orkes Simfoni Universitas Indonesia (OSUI) Mahawaditra merupakan orkestra mahasiswa pertama dan tertua di Indonesia yang pemain-pemainnya berasal dari jurusan non-musik dan masih aktif berkarya hingga sekarang.  Setelah 35 tahun membawa nama ‘Mahawaditra’ – suara yang agung – di  pundaknya, pada tahun ini, OSUI Mahawaditra menggelar konser akbar untuk memperingati hari jadinya: Konser 7 Lustrum Mahawaditra: Sebuah Potret Perjalanan.

Konser yang bertemakan tapak tilas ini akan diadakan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki pada Sabtu, 29 September 2018. Konser 7 Lustrum Mahawaditra: Sebuah Potret Perjalanan bertujuan untuk mengajak penonton untuk mendengarkan kisah tentang cita-cita, perjuangan, dedikasi, dan kebersamaan melalui karya-karya yang dibawakan.

Di bawah arahan salah satu konduktor muda teraktif di Indonesia sekaligus Music Director dan Principal Conductor OSUI Mahawaditra, Michael Budiman Mulyadi, karya yang akan dibawakan dalam konser kali ini selain memiliki narasi, karya-karya ini juga memiliki tempat khusus di hati keluarga besar OSUI Mahawaditra, di antaranya adalah ‘Bist du bei mir, geh ‘ich mit Freuden zum Sterben’ karya J.S. Bach serta turut menampilkan solo viola oleh Leonardus Adi Pamungkas, pelatih seksi gesek OSUI Mahawaditra. Selain itu, OSUI Mahawaditra juga akan membawakan karya dari Franz Schubert, Symphony No. 8 in B Minor yang juga dikenal sebagai simfoni ‘unfinished’ atau tak utuh karena terdiri dari 2 bagian dan bukan 4 bagian sebagaimana simfoni pada umumnya. Karya ini juga memiliki makna khusus karena OSUI Mahawaditra secara historis adalah orkestra mahasiswa dari jurusan non-musik pertama di Indonesia yang memainkan karya simfoni secara utuh. Dalam pertunjukan kali ini, orkestra ini mencoba untuk menilik kembali catatan sejarah lewat panggung Teater Jakarta bersama 90 orang pemain yang terdiri dari mahasiswa aktif dan alumni orkestra mahasiswa ini.

Legenda Sangkuriang’, hasil karya Composer in Residence OSUI Mahawaditra, Marisa Sharon Hartanto, juga akan ditampilkan perdana dalam konser ini. Karya ini adalah karya yang khusus ditulis oleh Marisa Sharon untuk peringatan 35 tahun orkestra ini. Didominasi sentuhan warna Jawa Barat dan garapan orkestra yang eksploratif dan kontemporer, karya ini mengisahkan kembali legenda bumi parahyangan dan meleburkan narasi dan idiom etnik dengan sentuhan internasional.

Konser 7 Lustrum Mahawaditra: Sebuah Potret Perjalanan diharapkan dapat menjadi bukan saja sebuah konser perayaan, tapi juga sebuah konser yang dapat mengilhami dan menghibur para pecinta dan pelaku musik tanah air. Jadilah bagian dari 35 tahun sejarah OSUI Mahawaditra dengan memesan tiket melalui tautan bit.ly/7LustrumMahawaditra dengan narahubung di 085776931818 (Aryo). Ikuti pula media sosial OSUI Mahawaditra (@osuimahawaditra) untuk mendapatkan promo-promo terbaik dari konser terbesar OSUI Mahawaditra.

~Maria Kayla Augusta adalah anggota Orkes Simfoni Universitas Indonesia Mahawaditra, bermain instrumen flute dan adalah wakil Project Officer Konser 7 Lustrum Mahawaditra.

Iklan
About mikebm (1337 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: