Kabar Terkini

Oleh-oleh dari Ceko untuk Jakarta


Musik mempersatukan semua. Inilah yang pesan yang sampaikanoleh Duta Besar Republik Ceko untuk Jakarta melalui persembahan musik yangdipertontonkan kemarin Senin di Ballroom Mandarin Oriental. Momen ini menjadimomen yang berharga karena menjadi momen peringatan 100 tahun berdirinya Cekoslovakia, negara terdahulu yang mempersatukan dua negara Ceko dan Slovakia. Dan untukmemperingati hari tersebut, hadir dua orang musisi Ceko Miloslav Klaus (gitar)dan Jaroslav Svĕceny (biola).

Konser semalam dibuka dengan permainan karya Bedrich Smetana Remembrance and Innovence. Jaroslav Svĕceny kemudian menyuguhkan permainan yang mengandalkan virtuositas melalui karya-karya biola dari Nicolo Paganini, di antaranya dua bagian dari karya Duo no.6 , no. 10, juga Sonata Biola No.1 yang kesemuanya diiringi permainan cantik nan sabar dari gitar Miloslav Klaus. Di tangan Svĕceny, biola menjadi sangat lincah dan terlihat kematangan tekniknya yang mampu melibas karya-karya tersebut dengan mudah. Svĕceny pun tetap mempertahankan sonoritas biolanya yang kayalewat permainan yang bertenaga. Svĕceny pun mendapat kesempatan unjuk kebolehannya lewat beberapa karya komposisinya sendiri yang ia mainkan malam itu, salah satunya Paganiniada.

Miloslav Klaus sendiri terlihat memetik gitar dengan anggun dan dinamis. Warna suara yang dihasilkannya hangat dan mampu mengimbangi kecepatan permainan Svĕceny. Kemampuannya mengikuti pergerakan karya dan permainan sang solois biola menandakan kemampuan dirinya sebagai seorang pemain musik kamar kawakan yang dapat diandalkan. Permainan gitarnya dalam Minuet dari Mauro Giuliani menghidupkan irama musik yang menarik.

Meski disuguhkan dengan teknik permainan musik yang piawai dan mengesankan, namun konser semalam tampak sebagai sprint estafet permainan biola virtuosik yang tidak memberikan ruang bagi penonton untuk menikmatialunan musik yang dibawakan. Ya, kematangan teknis seorang Jaroslav memang mengundang kekaguman. Namun, permainannya yang cepat dan terkesan terburu-burujustru menghilangkan momen-momen cantik dari karya yang seharusnya dapat diperdalam dan dinikmati lebih jauh. Musik menjadi tidak tergarap mendalam dan terkesan di periferi. Keindahan punse akan lenyap di antara ragam nada lincah yang terus-menerus ia perdengarkan, hingga tak tersadar kantuk pun menyergap.

Meski demikian apresiasi penonton pun memuncak. Karya Johann Sebastian Bach Air sebagai encore pun menutup sajian dengan manis. Permainannya lewat suara biola yang berkarakter nyatanya mampu menciptakan warna musik barok yang ringan namun menyanyi dengan sempurna. Suguhan ini menutup sajian peringatan – persembahan musik malam itu.

Iklan
About mikebm (1338 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: