Kabar Terkini

About A Musical Promenade

A Musical Promenade LogoMulai terbit sejak tahun 2007, A Musical Promenade telah menjadi salah satu majalah daring yang paling konsisten dalam mengupas kisah dan peristiwa musik klasik dan musik seni di Indonesia, khususnya Jakarta. Berangkat dari sebuah blog, A Musical Promenade sejak terbit perdana lahir untuk berkontribusi pada berkembangnya jurnalisme musik, terutama musik seni yang agak ditinggalkan oleh media massa konvensional dan membuka jalan untuk kritik musik seni yang berkualitas serta relevan dengan kondisi di Indonesia.

Dengan semakin bertambahnya jumlah lulusan sekolah musik dan juga perguruan tinggi musik, Jakarta dan sekitarnya telah menjadi magnet para musisi dan pemikir. Banyak peristiwa seperti konser dan diskusi semakin memeriahkan belantara musik klasik ibukota. A Musical Promenade juga hendak membangun diri sebagai inkubator kritik seni dan pengembangan opini untuk kemajuan seni musik di antara berbagai komunitas seni musik dalam bingkai kebangsaan.

Pengembangan pemikiran dan ekosistem seni tidak akan lengkap tanpa kritik seni yang konstruktif yang mampu menembus sekat-sekat kehidupan bermusik di Jakarta. Memasuki tahunnya yang ke-8, A Musical Promenade didukung oleh Kontributor Utama yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan musik seni :

  • Teodore Ignatius Minaroy (profile)
  • Hazim Suhadi (profile)
  • Christ Billy Aryanto (Kontributor Topik Psikologi Musik – profile)

Bagi Pembaca yang ingin membagikan pemikiran atau uneg-uneg, A Musical Promenade terbuka untuk menerima pemikiran dan masukan Anda. Kontak kami via kolom komentar di bawah atau email ke mikebm(at)musicalprom.com. Setiap kontribusi pemikiran Anda menghidupkan dinamika dunia kesenian kita.


Michael Budiman Mulyadi (MikeBM’s profile)

Pendiri & Pemimpin Redaksi
A Musical Promenade


English

journalist writing with typewriterSince its inception in 2007, A Musical Promenade has become the most consistent online music magazine in Indonesia, especially in Jakarta.

Indonesia as a growing economy has been hosting a number of musical events and concerts, but still has a low number of quality art music articles and reviews being published in conventional media.

A Musical Promenade since the very beginning is committed in contributing to the world of music journalism, especially in art music area in Indonesia. It hopes to be the stub of quality music journalism and musik criticism in Indonesia. A Musical Promenade also aims to be art criticism incubator and opinion development for Indonesian  arts scene, primarily art music scene.

And over the years I consider myself fortunate to have readers and now several contributors sharing their knowledge and experience.9e74c-constructive-criticism

In its 8th year, A Musical Promenade is supported by several Lead Contributors who is very resourceful to share their view to us :

  • Teodore Ignatius Minaroy (profile)
  • Hazim Suhadi (profile)
  • Christ Billy Aryanto (Topic Contributor Psikologi Musik – profile)

We welcome your comments and articles to mikebm(at)musicalprom.com and we will try to publish them in this space. Classical music world in Indonesia is in need of our contribution to grow. A healthy art scene is also a product of a constructive appreciation and criticism of the art.

Music, musicians, listeners and media are required to build a better world for music and arts scene in the city. It can always be you to take part in this act of love! Ciao…

Michael Budiman Mulyadi (MikeBM)
Founder and Editor-in-Chief

Iklan

10 Comments on About A Musical Promenade

  1. Sembah sujud, Ndoro.. Ternyata blog ini masih setia! Mantap, Mike! Kerja keren yg tampaknya harus abadi. Hahaha..

  2. hahaha… maksud lo apa Roy? kasihanilah kami ini… sepertinya abadi ya? mungkin… tapi tidak boleh patah semangat bos…

  3. Antonius // 12 Mei 2012 pukul 9:26 am //

    Halo mike. Ga ada satupun yg gw ngerti dari artikelnya.. Ampun

  4. waduh… segitu sulitnya ya tulisannya? hmmm… mungkin akan coba dikemas lebih ringan next time…

  5. Agak dalam tapi masih bisa dimengerti kok. Blog yang bagus! 🙂

  6. Dear Mike,

    allow me to share my two cents. Ini sih tamparan sekaligus teguran buat penyelenggara negara ini, bahwa segala alasan yang dipakai utk memajukan perekonomian bangsa adalah masih nggak sampai seujung kuku pun.
    Secara fisik boleh lah ibu kota banyak gedung2 bagus mall dsb, tapi kering karena tdk ada sentuhan seni. Disini pun akhirnya ketika ada ribut2 mengatasnamakan budaya nasional, atau larangan atas produk kesenian yg tdk sesuai budaya… sorry to say, b*llsh*t semua lah.. Kenapa? kita nggak usah jauh2 Singapura dan Malaysia yang memiliki sebuah orkestra nasional (karena membawa nama negara) dengan kalender dan repertoire yang luar biasa. Media menulis, kenapa Singapura membangun Esplanade, mengapa Malaysia membangung Dewan Filharmonik Malaysia? Alasan utama justru untuk mengangkat harkat martabat bangsa tsb melalui seni…

    Ya panjang aja deh kalo saya ulas disini… akan tetapi saya setuju dengan pergelaran TO di Opera House yang lagi2 dipenuhi pengunjung Indonesia, sehingga menurut saya target dan greget nya tidak sampai… Sungguh disayangkan padahal ini salah satu upaya diplomasi melalui musik spt apa yg dilakukan NY Philharmonic di Pyongyang 2008.

    Saya kira walaupun maksud saya belum semua terungkap, anda sudah dapat menangkap esensinya…

    sekian tks.

  7. Mas Bowie, saya undang Mas kalau ingin dibahas di sini silakan lho mas, kalaupun ingin membentuk dalam rupa artikel bisa di sampaikan di sini, saya dengan senang hati akan mencoba mempublishnya di sini. Tapi memang point yang cukup penting Mas Bowie, bahwa memang perhatian bangsa pada seni apapun bentuknya sebenarnya adalah cerminan kearifan bangsa itu sendiri… 🙂

  8. Hai Mike, blog nya keren! 🙂

    Isinya bener2 fokus ga kemana2 hehehe.. Ditunggu tulisan2 selanjutnya ya..

  9. Halo Nanin, Terimakasih… Semoga bisa terus fokus juga… 😀

  10. aku selalu menjadi penikmat baris tutur katamu.. masih gagal paham sih mengapa juga harus di fakultas ‘1=benar 0=salah’ itu >.<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: